alexametrics

Jaga Produktivitas Tebu di Jawa Timur

7 April 2021, 17:49:53 WIB

JawaPos.com – Petrokimia Gresik menggelar sosialisasi dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) program Agro Solution bersama Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/4). Tujuannya, untuk menjaga produktivitas tebu di Jawa Timur yang menjadi tertinggi di Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, pihaknya memberikan porsi besar untuk petani tebu di Jatim. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi tebu nasional pada 2020 mencapai, 2.130.700 ton. Produksi dari Jatim, mencapai 979.000 ton. Produktivitas tersebut dihasilkan dari perkebunan tebu seluas 420.700 ha.

Sedangkan,di Jatim sendiri luas pertanaman tebu mencapai 182.400 ha. “Tapi, selama ini masih terdapat banyak kendala yang dialami petani tebu sehingga produktivitasnya cenderung menurun,” ujar Dwi Satriyo dalam siaran persnya.

Padahal tanaman tebu merupakan salah satu kebutuhan pokok yang mempunyai peranan penting dan strategis. Di masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan produksi komoditi perkebunan harus tetap berjalan agar dapat menyediakan kebutuhan pokok sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

Adapun kendala yang dialami petani tebu, tambah Dwi Satriyo, diantaranya produktivitas rendah. Terbatasnya pendampingan kepada petani, ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas, harga pupuk nonsubsidi yang mahal, sulitnya akses ke lembaga keuangan, dan harga jual hasil panen yang cenderung turun saat panen, serta belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen.

“Agro Solution dapat menjadi jawaban untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tebu guna menjaga kedaulatan pangan ” tandasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads