alexametrics

Kejar Realisasi Proyek Hulu dan Hilirisasi, Inalum Garap Sejumlah Proyek

7 April 2019, 11:10:53 WIB

JawaPos.com – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum ditunjuk menjadi Induk Holding Industri Pertambangan pada 27 November 2017 lalu. Sebagai Induk Holding, Inalum saat ini diberi tugas untuk menaungi PT Antam Tbk; PT Bukit Asam Tbk; PT Timah Tbk dan PT Freeport Indonesia. Selain itu, Inalum juga menjalankan tiga mandat yaitu, mempercepat proses hilirisasi tambang; menguasai cadangan mineral strategis; dan menjadi perusahaan kelas dunia.

Sekretaris Perusahaan Inalum, Ricky Gunawan mengungkapkan, untuk menjadi ujung tombak proses hilirisasi tambang, Inalum saat ini tengah membangun Pabrik Pemurnian Alumina. Pabrik tersebut berada di Mempawah, Kalimantan Barat, yang mana pencanangan proyeknya telah dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada tanggal 4 April 2019.

Pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina ini, katanya, berpotensi mampu menghemat biaya bahan baku Inalum sebesar USD 200 juta. Dengan adanya Pabrik Pemurnian Alumina itu, mengurangi ekspor mineral mentah, sekaligus ketergantungan impor untuk sumber bahan baku dalam produksi aluminium.

“Dalam pembangunannya, Inalum menjalin kerjasama dengan PT Antam Tbk yang dituangkan dalam pengambilalihan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) sebagai perusahaan yang ditugaskan untuk membangun Pabrik Pemurnian Alumina tersebut,” jelasnya Ricky dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (6/4) malam.

Pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina ini ditaksir bernilai sekitar USD 850 Juta (termasuk IDC dan Modal Kerja). Ditargetkan mulai berproduksi di awal tahun 2022. Saat ini, proses pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina ini sedang memasuki tahap proses pengadaan kontraktor EPC (Engineering, Procurement & Construction) dan finalisasi JVA (Joint Venture Agreement) antara Inalum, Antam serta Chalco.

Bendungan Tangga milik Inalum ini merupakan bendungan berbentuk busur pertama di Indonesia dengan ketinggian 82 meter dan panjang 125 meter. (Istimewa)

Proyek Pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina yang akan dikelola oleh PT BAI, ini akan dibangun di atas lahan seluas 288 Ha di tiga Desa di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. “Proyek Pabrik Pemurnian Alumina ini akan memiliki kapasitas awal sebesar satu juta ton per tahun dan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara sebesar 3 x 25 MW,” terang Ricky.

Lebih lanjut, dijelaskannya, pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina ini nantinya memiliki beberapa manfaat. Diantaranya, mensubstitusi impor alumina yang selama ini dilakukan oleh Inalum menjadi produk alumina dalam negeri.

“Mengkapitalisasi nilai cadangan bauksit PT Antam Tbk, membangun mata rantai industri hulu ke hilir yang terintegrasi yaitu, dari bauksit menjadi alumina dan menjadi aluminium. Serta diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di daerah setempat, tempat Pabrik Pemurnian Alumina dibangun,” imbuhnya.

Kedepannya, Inalum akan terus mengejar penyelesaian proyek-proyek hilirisasi lain yang juga merupakan proyek strategis nasional. Saat ini, Inalum telah berhasil memproduksi produk turunan aluminium berupa billet dan foundry alloy.

Inalum juga melakukan uji coba proyek optimalisasi dan upgrading tungku peleburan dan proses pengadaan EPC-nya, melakukan studi kelayakan untuk pengembangan smelter baru serta ekspansi pelabuhan, pabrik Calcined Petroleum Coke (CPC).

Tak hanya itu saja, Inalum juga bekerjasama dengan Pertamina yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi JVA (Joint Venture Agreement). Kemudian pembangunan gedung baru yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan pondasi gedung kantor dan ballroom, pabrik slab sheet dan wire rod yang saat ini sedang dalam tahap persiapan, serta pabrik remelt Aluminium yang saat ini sedang dalam tahap pre engineering.

Lebih lanjut, Ricky menambahkan untuk mencapai target produksi 1 juta ton aluminium di tahun 2025, Inalum juga berencana untuk melakukan ekspansi pengembangan klaster aluminium di provinsi
Kalimantan Utara, tepatnya di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning yang saat ini sedang dalam tahap persiapan dan studi kelayakan.

Editor : Budi Warsito



Close Ads