alexametrics

Polres Bengkalis Limpahkan Perkara Kapal Tenggelam Ke Jaksa

7 Februari 2019, 22:37:43 WIB

JawaPos.com – Penyidik Polres Bengkalis, menyerahkan perkara penyelundupan belasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berujung karamnya kapal, hingga mengakibatkan para penumpang meninggal, ke kejaksaan setempat, Kamis (7/2). Itu dilakukan, karena berkas perkara Jamal dan Hamid alias Boboi sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Iwan Roy Charles mengatakan, setelah menerima proses tahap II, maka dilakukan penahanan. “Tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan,” ungkapnya, Kamis (7/2) petang.

Selama proses penahanan ini kata Iwan, pihaknya akan menyiapkan berkas dakwaan. Selanjutnya, akan dilimpahkan ke pengadilan setempat untuk proses persidangan.

Kedua tersangka ini, nantinya akan dijerat dengan Pasal 359 KUHP dan Pasal 120 Ayat 1, Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kedua pria yang ditetapkan tersangka merupakan korban yang berhasil selamat dari tenggelamnya kapal pada awal Desember 2018 lalu. Kapal itu diduga tenggelam di Selat Malaka, Bengkalis, Riau,

Sebelum menyerahkan diri, dua warga Desa Cingam, Kabupaten Bengkalis ini sempat diburu oleh polisi. Sebab, dari insiden nahas tersebut, hanya mereka yang berhasil menyelamatkan diri.

Mereka selamat setelah ditemukan oleh nakhoda kapal Indomal 5, Kamis (22/11). Saat itu, keduanya mengaku sebagai nelayan yang kapalnya tenggelam. Kemudian kapal Indomal membawa keduanya ke Malaka, Malaysia, karena kapal Indomal saat itu tujuannya ke negeri Jiran. Dua hari kemudian, Sabtu (24/11), mereka kembali ke Dumai, Indonesia.

Dari hasil interogasi polisi terhadap keduanya, sehari-hari mereka memang bekerja sebagai pengangkut TKI di Malaysia dengan menggunakan speedboat melalui jalur ilegal. Pengakuan mereka, sudah lebih dari satu kali menyelundupkan TKI.

Keduanya berangkat dari Rupat, Rabu (21/11). Tujuannya memang ke Malaka untuk menjemput para TKI. Saat itu, ada 15 orang dewasa dan 1 anak-anak yang diangkut kapal mereka. Tapi di tengah laut sekitar pukul 02.30 WIB, saat itu angin sangat kencang dan gelombang tinggi sehingga kapal tenggelam.

Alhasil, kedua nakhoda dan para penumpang langsung terjun ke laut. Akan tetapi, karena di dalam kapal tidak ada alat keamanan seperti pelampung, para penumpang pun akhirnya tenggelam

Sementara itu, dari 16 orang penumpang di kapal tersebut, jasad yang ditemukan baru 11 orang. Kondisi mereka sangat miris. Ditemukan dalam keadaan membusuk dan sudah tak utuh lagi.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Virda Elisya

Copy Editor :

Polres Bengkalis Limpahkan Perkara Kapal Tenggelam Ke Jaksa