alexametrics

Kemenhub Ubah Sistem di ATKP Makassar

7 Februari 2019, 11:30:33 WIB

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil tindakan tegas dalam menyikapi meninggalnya taruna di Kampus Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar. Taruna tingkat I Aldama Putra, 19, tewas diduga menjadi korban penganiayaan seniornya. Yakni, taruna tingkat II M Rusdi, 21.

Kemenhub menugaskan Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Novyanto Widadi untuk bergabung dalam tim investigasi. Tugasnya untuk mencari tahu penyebab pasti kematian Aldama.

“Saya ditugaskan dalam tim investigasi untuk memberikan perubahan. Supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Apa yang harus dilakukan industri penerbangan dan terakhir harus dilakukan lembaga pendidikan termasuk ATKP,” tegas Novyanto, Kamis (7/2).

Novyanto menyebut, perubahan sistem yang dimaksud adalah kultur atau budaya kekerasan yang biasa terjadi di dalam lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenhub. Sistem itu tertuang dalam Undang-undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009. Salah satu poin penting di dalamnya adalah tentang Safety Management System (SMS).

“SMS itu adalah laporan. Bagaimana seseorang berani melaporkan segala sesuatu tentang bahaya. Bahayanya apa saja, seperti kekerasan. Itu yang harus dilaporkan. Inilah yang akan kami bangun untuk mengubah yang tadinya budaya kekerasan senior kepada junior,” ulasnya.

Sebelumnya, Kemenhub sudah berulang kali memberikan peringatan kepada para pengelola sekolah untuk melaksanakan standar prosedur tetap (protap). Baik pengawasan hingga pencegahan terjadinya kekerasan. Salah satu faktor terjadinya kasus ini karena kurangnya pemahaman tentang SMS di dalam internal ATKP.

“Siapa pun yang melihat (kejadian) pasti ada, tapi kenapa tidak lapor. Inilah budaya belum tersosialisasikan dengan baik. Kalau ada sesuatu yang aneh dalam lingkungan (kampus) maupun diri sendiri harus lapor. Yang tadinya dipukul senior diam saja, tutup mulut ditahan. Budaya ini yang akan kami ubah,” terangnya.

Sebagai langkah awal dalam memulai proses perubahan, tim investigasi dan pihak kampus akan dilibatkan dalam pembuatan aturan manual yang lebih rinci. Di dalamnya akan mengatur laporan terkait aktifitas apa yang dilakukan para taruna-taruni ATKP di luar jam belajar. Teknisnya adalah laporan latar belakang aktifitas di dalam civitas kampus.

“Itu sangat rinci. Jadi semua bisa melaporkan. Baik kepada direktur, taruna senior, maupun pengasuh dan dosen. Sehingga hal-hal yang kejadian lebih besar bisa dieliminasi, bisa dimitigasi, bisa dikurangi. Inilah perubahan yang akan kami lakukan untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali,” tambah Novyanto.

Direktur ATKP Makassar Agus Susanto menambahkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah perangkat internal. Baik pengasuh, pengawas, hingga pelaksana-pelaksana teknis lainnya. Pemeriksaan dilakukan melalui tim Satuan Pemeriksa Internal (SPI) ATKP Makassar.

“Untuk memastikan bahwa semua Sistem Operasional Prosedur (SOP) yang ada di kampus kami. Mengenai pola pengasuhan itu sudah berjalan sesuai dengan aturan atau belum. Kami belum terima hasilnya karena pemeriksaan masih jalan terus,” imbuhnya.

Hasil pemeriksaan akan dijadikan sebagai bahan acuan untuk melakukan evaluasi internal. Di dalamnya termasuk menyoal langkah-langkah tegas hingga tawaran untuk menerapkan sistem baru sesuai rujukan Kemenhub. “Ini yang akan kami evaluasi. Kami tunggu tim yang nanti mengeluarkan rekomendasi dari temuan-temuan ini,” jelentrehnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Sahrul Ramadan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Kemenhub Ubah Sistem di ATKP Makassar