alexametrics

BMKG Prediksikan Hujan Es akan Melanda Banua

7 Februari 2019, 05:05:17 WIB

JawaPos.com – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan es mengguyur sejumlah daerah di Banua. BMKG mengatakan dalam peralihan musim nanti sejumlah fenomena cuaca ekstrem akan terjadi; hujan deras, angin kencang dan petir, bahkan hujan es.

Meski peluangnya kecil, tapi mungkin sekali terjadi. Karena hujan es cenderung terjadi pada masa transisi, apabila pertumbuhan awan secara vertikalnya cukup tinggi,” kata Riza Arian Noor selaku Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Kamis (7/2).

Dia menjelaskan, masa transisi atau peralihan musim kondisi atmosfernya tidak stabil. Sehingga potensi untuk terjadinya cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, petir dan hujan es sangat mungkin terjadi.

“Hujan es sendiri sebelumnya pernah terjadi di Kalsel. Tapi saya lupa kapan. Bentuknya berupa kerikil es batu,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Pengolahan Data di BMKG Kalsel Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru Miftahul Munir. Dia menyampaikan, potensi hujan es selalu ada ketika radiasi matahari dan uap air tersedia melimpah, terutama pada musim hujan atau pancaroba.

“Untuk itu masyarakat diimbau selalu memantau setiap peringatan dini tentatif, harian, tiga harian atau per pekan dari BMKG,” ucapnya.

Namun, dia mengungkapkan meski hujan es dimungkinkan terjadi di Banua. Akan tetapi peluangnya kemungkinan cukup kecil. Lantaran, adanya pengaruh pasca MJO pada musim hujan tahun ini membuat potensi hujan tertekan.

“Tapi, untuk melihat seberapa besar peluangnya. Harus kita lihat bagaimana kondisi cuaca menjelang hingga tibanya masa transisi musim nanti,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil prakiraan BMKG, masa transisi atau fase peralihan antara musim hujan ke musim kemarau diperkirakan terjadi pada Mei 2019 nanti.

“Biasanya sebelum hujan es terjadi, ditandai dengan beberapa hari tanpa ada hujan,” kata pria yang akrab disapa Munir ini.

Hujan es sendiri pernah terjadi di Hulu Sungai Tengah (HST) pada 2017 lalu. Saat itu Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru Goeroeh Tjiptanto memaparkan, hujan es memang rentan terjadi pada fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Kerentanannya berbeda-beda, tergantung kondisi suatu daerah.

“Tapi titik beku kita standarnya sangat tinggi. Berbeda misalnya dengan negara non tropis yang titik bekunya lebih rendah. Jadi kalau sampai terjadi juga hujan es di Kalsel, berarti sudah tergolong cuaca ekstrem,” paparnya.

Di menyebutkan, syarat utama hujan es adalah posisi awan kumulonimbus (awan hujan) harus sangat tinggi hingga mencapai titik beku.

“Jika kurang tinggi, sebelum jatuh ke permukaan bumi terlanjur mencair. Tidak lagi dalam bentuk es batu,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Jpg

Copy Editor :

BMKG Prediksikan Hujan Es akan Melanda Banua