alexametrics

BKSDA DIJ Selamatkan Penyu Air Tawar

7 Februari 2019, 13:58:03 WIB

JawaPos.com – Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menyelamatkan penyu air tawar berukuran besar yang sedang terluka. Sebelumnya, satwa langka yang biasa disebut Labi-labi Bintang itu ditemukan warga di Sungai Sempor, Dusun Manyaran, Kelurahan Triharjo, Kabupaten Sleman, DIJ, beberapa waktu lalu.

Tim quick respons BKSDA DIJ sempat melakukan negosiasi dengan warga yang menemukan Labi-labi itu. Setelah dinego, warga akhirnya dengan suka rela menyerahkannya.

Selanjutnya, Labi-labi Bintang diserahkan ke Gembira Loka Zoo Jogjakarta. “Labi-labi Bintang ini sementara dititipkan di Lembaga Konservasi Gembira Loka Jogjakarta,” ucap Kepala BKSDA DIJ Junita Parjanti kepada JawaPos.com, Kamis (7/2).

Kini, Labi-labi Bintang masih di karantina untuk menyembuhkan luka. “Hewan itu kemarin (Rabu, (6/2)) siang sudah kami terima. Di karantina dulu, kan ada beberapa protokoler. Dicek kesehatannya, X-ray, diukur. Jadi di tubuhnya ada beberapa luka. Tapi lukanya dari mana tidak ada info langsung,” sambung Manajer Konservasi Gembira Loka Zoo Jogjakarta Josephine Vanda Tirtayani

Luka pada tubuh Labi-labi Bintang diduga akibat penangkapan. Ditemukan pula luka yang ditimbulkan dari alam. “Kalau proses karantina kurang lebih 30 hari. Belum tahu membutuhkan berapa lama penyembuhan lukanya, tergantung kondisi satwa,” katanya.

Hewan bernama ilmiah Chitra chitra itu memiliki panjang 90 sentimeter dan lebar 60 sentimeter. Estimasi umurnya sekitar 50 tahun. “Ini bukan temuan yang terbesar, tapi cukup besar. Termasuk jenis penyu air tawar terbesar,” ungkap Vanda.

Merujuk data Lembaga Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature), Labi-labi Bintang masuk status konservasi Critically Endangered atau hampir punah. “Spesies tersebut kehilangan habitat asli dan hampir punah karena eksploitasi untuk konsumsi dan perdagangan liar,” terang Vanda.

Gembira Loka Zoo sendiri belum mempunyai kura-kura jenis itu. “Ini jenis baru yang kami punya,” tukas Vanda.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Ridho Hidayat

Copy Editor :

BKSDA DIJ Selamatkan Penyu Air Tawar