JawaPos Radar

Gunakan Tusuk Gigi, Kejahatan Komplotan Ini Bikin Resah Pemilik ATM

07/02/2018, 06:30 WIB | Editor: Mochamad Nur
Gunakan Tusuk Gigi, Kejahatan Komplotan Ini Bikin Resah Pemilik ATM
Ilustrasi nasabah bank manfaatkan ATM untuk mengambil dana tunai (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Sering ambil uang lewat fasilitas ATM, hati-hati dan teliti saat melakukannya.Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung bergerak menindaklanjuti penangkapan tersangka pembobol ATM di Ternate, Maluku Utara. Jajaran satreskrim diminta menelusuri laporan pembobolan ATM yang masuk.

Direktur Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mendata jaringan pembobol ATM modus mengganjal dengan tusuk gigi tersebut.

"Sudah ada laporan polisi belum (di Lampung),” kata Bobby di ruangannya, seperti dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Rabu (7/2).

Jika ditemukan laporan terkait kasus tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian di Ternate untuk membawa empat tersangka asal Tanggamus tersebut. ”Kalau ada korbannya di Lampung, setelah selesai perkara di Ternate, akan kita tarik ke sini. Sementara masih kita telusuri. Apakah ini jaringan yang beraksi di Bandarlampung,” ujarnya.

Lebih lanjut Bobby mengatakan, pihaknya juga akan memeriksa latar belakang masing-masing tersangka. "Ya kita cek mereka ini siapa. Apakah residivis atau bukan. Kita sudah koordinasi dengan Polres Tanggamus," sebut dia.

Sebelumnya, Kapolres AKBP Alfis Suhaili mengatakan, pihaknya sedang mencari data terkait dugaan pembobolan ATM di Tanggamus. "Kami akan periksa dulu arsip laporan. Apakah komplotan yang ditangkap di Ternate itu juga pernah melakukan kejahatan serupa di sini (Tanggamus, Red)," kata Alfis.

Empat tersangka yang ditangkap anggota Polres Ternate Kamis malam (1/2) itu adalah Padli,32, warga Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur. Kemudian Erwin Syah,31, warga Pekon Wayliwok; Suwandi,47 dan Supriadi,32 , keduanya warga Pekon Bandarkejadian, Kecamatan Wonosobo.

Berdasar data yang didapat Polres Tanggamus, sebelum beraksi di Ternate, keempat tersangka lebih dahulu beraksi di Jakarta selama empat bulan. Mereka merupakan jaringan kejahatan antarprovinsi.

Diketahui, sebelum penangkapan, anggota Polres Ternate mendapatkan informasi dari salah seorang karyawan PT Suwadharma Sarana Informatika (SISI), bahwa ada beberapa mesin ATM di wilayah tersebut dibobol.

Menindaklanjutinya, polisi setempat melakukan penyelidikan. Kemudian didapat informasi bahwa tersangka menginap di sebuah hotel di Kelurahan Gamalama. Penggerebekan dilakukan dan para pembobol ATM ini ditangkap.

(nas/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up