alexametrics

Disebut Terima Setoran Pungli, Ganjar: Ini Jahat Benar

7 Januari 2019, 12:20:52 WIB

JawaPos.com – Suasana apel pagi di halam Kantor Gubenur Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, mendadak tegang, Senin (7/1). Dalam sambutannya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku mendapat laporan ada sejumlah anak buahnya yang menerima pungutan liar (pungli) dan gratifikasi. Bahkan beberapa di antara mereka mengaku uang disetor ke Ganjar.

Ganjar sudah mengkroscek informasi tersebut.Hasilnya didapati tujuh orang yang diduga terlibat pungli dan gratifikasi. Ketujuh pegawai tersebut sudah dipanggil guna menghadap dirinya beberapa waktu silam. “Saya datangkan orangnya. Ada yang mengaku, ada yang pura-pura tidak tahu, ada yang tidak mengaku sama sekali,” ungkap Ganjar.

Ganjar menegaskan, segala alasan dipakai mengelak sama sekali tak berguna. Sekalipun sang pegawai mencoba menyembunyikan segala hal bersinggungan. Sebab seluruh informasi sudah berada dalam genggamannya.

“(Pada akhirnya) Mengaku nerima, tapi alasannya macam-macam. Katanya cuma titipan. Saya tegaskan tidak boleh dan tidak bisa. Kembalikan!” tegas Ganjar Pranowo.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sempat menunjukkan kekesalannya kala bercerita soal pungli. Apalagi ada yang menyebutkan uang hasil pungli juga disetorkan ke dirinya.

Menurut Ganjar, itu adalah fitnah. Sebab dia sama sekali merasa tak pernah menginstruksikan semacam itu. “Masya Allah, ini jahat benar. Ini fitnah yang luar biasa,” ujar Ganjar Pranowo.

Untuk itu, Ganjar kembali menegaskan pentingnya integritas dan bagaimana menjaganya. Tagline Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi masih menjadi konsep kerja pegawai di Pemprov Jateng. “Buat saya integritas harga mati. Jangan ada praktik korupsi, gratifikasi, maupun pungli. Nek ono tak sembelih (kalau ada tak sembelih, red),” tandas Ganjar.

Sebelum mengakhiri pidatonya, Ganjar meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk 100 persen melaporkan LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Batas waktu pelaporan yang diberikannya selama tiga bulan dan tidak lebih. Konsekuensi menawar adalah angkat kaki dari jajaran Pemprov Jateng.

Peringatan ini memang keras. Tapi tujuannya untuk melindungi jajaran agar tak lantas terjerumus. “Ini bukti sayang kami kepada para jajaran. Kami ingin semua dilindungi. Tapi tolong jangan korupsi, jangan terima gratifikasi, jangan ada lagi main pungli. Jangan sampai ada OTT di Jawa Tengah,” tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads
Disebut Terima Setoran Pungli, Ganjar: Ini Jahat Benar