alexametrics

Berkuda dan Panahan, Olahraga Sunah yang Kian Digemari

7 Januari 2019, 05:50:43 WIB

Olahraga berkuda dan memanah kian digemari di Solo Raya. Selain mulai diajarkan di kegiatan ekstra sekolahan dari tingkat anak usia dini, muncul tempat-tempat berkuda yang kian menjamur. Meski olahraga memanah tak setenar sepak bola, namun perkembangannya kian melesat.

Ari Purnomo, Karanganyar

JawaPos.com – Memanah selain berguna untuk melatih kesabaran, juga dapat melatih fokus pada diri seseorang. Apabila dikombinasikan dengan berkuda, maka akan serasa lebih lengkap, karena selain melatih fisik, dengan menunggangi kuda dapat melatih keseimbangan otak kanan dan otak kiri.

Berlatih Memanah
Memanah selain berguna untuk melatih kesabaran, juga dapat melatih fokus pada diri seseorang. (Istimewa)

Maka tak heran, sejumlah sekolah mulai dari tingkatan usia dini, telah diajarkan kegiatan memanah, layaknya dalam film Robin Hood. Pengelola Hajar Aswad Stable, Syamsuddin Umar mengatakan kegiatan berkuda dan panahan tentu, sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah mempunyai banyak kelebihan.

“Yang jelas selain melatih fokus, juga bagus untuk kesimbangan otak kanan dan kiri,” ujarnya kepada JawaPos.com, baru-baru ini.

Bagi yang penasaran, bisa melihat langsung keseruan dan kehebohan kegiatan memanah dan berkuda di Hajar Aswad Stable yang terletak di Cinet, Gondangrejo, Karanganyar. Selain lahan yang cukup luas sekitar 1 hektare, pengelola juga melayani pelatihan bagi pemula atau yang sudah mahir berkuda. “Untuk kuda total ada 6, lahan kita juga cukup luas sekitar 1 hektare,” papar pria yang biasa dipanggil Pak Daeng tersebut.

Kelebihan berkuda di tempatnya, yakni selain kuda yang dipergunakan dilepas liarkan seperti habitat aslinya, juga menggunakan kuda-kuda pilihan, meskipun sejauh ini masih dominan kuda dalam negeri. “Untuk jenisnya G4, ada kuda yang dari Kopassus dan kemarin juga ada kuda yang bekas dipergunakan untuk menarik kereta waktu mantunya Jokowi,” bebernya.

Peminat berkuda dan panahan, sejauh ini memang terus bertumbuh, seiring dengan kesadaran dan adanya fasilitas yang mumpuni. Guna memaksimalkan lokasi yang dimiliki, pihaknya menggunakan konsep femakultur. Artinya segala yang ada dari lingkungan sekitar dimanfaatkan semaksimal mungkin. Semisal menggunakan air hujan untuk membilas kuda hingga membersihkan kandang.

Bagi pengunjung pun tidak perlu khawatir semisal hujan, karena aktivitas berkuda maupun panahan bisa dilakukan di dalam ruangan (indoor). Bagi yang berminat bisa langsung menghubungi 082220571597. “Jadi kita selain di luar (outdoor), juga memiliki lapangan berkuda indoor yang mumpuni,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu penggiat panahan Anne Puspitasari, 37 mengaku telah menggeluti kegiatan panahan dan berkuda sejak 2015 silam. Ia sekeluarga, suami, Iwan Widarwanto, 37 dan kedua anaknya Luna, 12 dan Azzam, 7 terbiasa menggunakan waktu libur yang dimiliki dengan kegiatan memanah. Ada banyak manfaat yang diperoleh sewaktu berkuda dan panahan, menurutnya.

Bahkan, sedari dini kedua anaknya telah terbiasa dengan aktivitas berkuda dan panahan tersebut. “Setiap permainan dunia bathil kecuali 3 perkara. Yakni melepaskan anak panah dari busurmu, melatih kudamu, dan candamu dengan keluargamu,” ujarnya mengutip perkataan dalam sebuah buku, Minggu (6/1).

Baginya, kegiatan berkuda dan memanah merupakan sarana hiburan yang sangat menghibur dan berpahala. “Sebagai refreshing keluarga yang jelas,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Berkuda dan Panahan, Olahraga Sunah yang Kian Digemari