JawaPos Radar | Iklan Jitu

Semua Bandara Dibangun Insinyur Luar, Padahal Indonesia Punya Banyak

06 Desember 2018, 22:11:45 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Semua Bandara Dibangun Insinyur Luar, Padahal Indonesia Punya Banyak
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke XXI di Padang, Kamis (6/12). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Indonesia memiliki banyak insinyur pintar yang dipakai bekerja di luar negeri. Namun, untuk membangun bandara di negara sendiri, masih menggunakan tenaga insinyur luar negeri.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke XXI di Padang, Kamis (6/12).

"Pembangunan bandara sejak zaman Seokarno, kita masih pakai tenaga asing. Kita harus bangkit, jangan sedikit-dikit menggunakan tenaga insinyur asing," terang Jusuf Kalla.

"Tekadkan. Mulai sekarang manfaatkan tenaga insinyut nasional dan tidak ada lagi pembangunan bandara memakai tenaga insinyur asing," sambung Wapres.

Urang sumando Ranah Minang itu mengatakan, Indonesia tidak perlu takut menghadapi insinyur dari luar. Sebab, insinyur nasional juga pintar-pintar. "Kita harus bisa menjadi insinyur profesional, jangan setiap pembangunan masih mengharapkan tenaga insinyur luar negeri," katanya.

Disamping itu, JK mengaku turut prihatin atas banyaknya tenaga insinyur dan tenaga ahli Indonesia yang memilih bekerja di lua negeri. "Kita menyadari, soal pendapatan dan gaji insiyur di Indonesia masih relatif murah. Sedangkan di luar negeri pendapatan dan gaji lebih besar. Tentu ini perlu menjadi perhatian negeri ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PII Hermanto Dardak mengatakan, PII sudah berjalan selama 21 tahun. Sedangkan Kongres ini dilaksanakan setiap 3 tahun. Pesertanya terdiri dari perwakilan 23 Provinsi dan 150 cabang dari Kabupaten/Kota se Indonesia.

Dardak mengatakan, PII akan terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah. Sehingga, insinyur Indonesia berdaya saing tinggi bisa lebih kompetitif dibanding negara lain.

"Organisasi ini bertujuan membentuk insinyur yang berkapasitas tinggi, profesionalisme, berkualitas dan menambah kuantitas. Sebab Indonesia masih membutuhkan banyak insinyur," ujarnya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up