JawaPos Radar

Mulai 1 Januari, Seluruh SPBU di Sumbar Terapkan Transaksi Nontunai

06/12/2017, 21:49 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Transaksi Nontunai
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menandatangani kesepakatan bersama (MoU) implementasi transaksi nontunai pada lingkungan bisnis SPBU se-Sumatera Barat di salah hotel di kota Padang, Rabu (6/12). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Terhitung 1 Januari 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) berkomitmen menerapkan transaksi nontunai. Hal ini sesuai dengan surat edaran Mendagri nomor 910/1886/J tertanggal 17 April 2017 tentang Implementasi Transaksi Non Tunai.

Sejalan dengan itu, PT Pertamina Marketing Operation Region I (MOR I) juga bakal menerapkan pola pengisian BBM melalui sistem nontunai di seluruh SPBU di Sumatera Barat.

Retail Fuel Marketing Manager Region I Agus Taufik Harahap mengatakan penerapan transaksi nontunai di seluruh SPBU Sumbar tersebut merupakan bentuk sinergi Pertamina dengan Pemprov Sumbar dan Bank Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Pelaksanaan transaksi nontunai di lingkup SPBU, sambungnya, akan diberlakukan pada Januari 2018 mendatang. Namun dilakukan bertahap dimulai dari SPBU di kawasan Kota Padang. "Nanti kita terapkan jalur khusus nontunai. Berangsur-angsur, sistem nontunai akan diterapkan di seluruh kabupaten/kota," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, rencana penerapan transaksi nontunai di lingkup Pemprov Sumbar sendiri efektif dilakukan mulai tanggal 1 Januari 2018. Pihaknya menyambut baik komitmen dari pihak Pertamina. "Untuk pola penerapan aturan nontunai di SPBU ini, kita jalankan bersama-sama. Kalau tidak bisa sekaligus, kita lakukan bertahap. Misalnya, dalam 1 SPBU ada 6 pompa, 2 pompa nontunai, 4 pompa lagi bayar tunai," katanya.

Wagub menjelaskan, rencana penerapan sistem nontunai 1 Januari 2018 itu telah disepakati pada bulan September 2017 lalu. Gubernur bersama 19 Kabupaten/Kota telah menandatangani komitmen bersama pengimplementasikan transaksi nontunai.

"Penggunaan transaksi nontunai akan memperkecil ruang penyelewengan anggaran karena seluruh transaksi akan tercatat dengan baik dalam sistem. Ini sangat aman dan rahasia. Karena tidak lagi perlu repot bawa uang banyak-banyak," pungkasnya.

Untuk diketahui, komitmen penggunaan transaksi nontunai di Sumbar tersebut dilakukan antara Pemprov Sumbar, Pertamina, dan Kepala Perwakilan BI Sumbar, Endy Dwi Tjahjono.

(ce1/rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up