alexametrics

Kumpulkan Bukti Pembunuhan Petani Kopi yang Jasadnya di Cor di Musala

Polisi Tahan Istri dan Anak Korban
6 November 2019, 15:14:37 WIB

JawaPos.com – Kematian Surono yang tragis masih membuat penasaran warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember. Menghilang selama 7 bulan, jasad laki-laki yang berprofesi sebagai petani kopi itu ternyata dikuburkan di bawah lantai musala yang tak jauh dari kediamannya.  Warga masih bertanya-tanya siapa sebenarnya pelaku yang menghabisi nyawa Surono.

Apakah orang luar yang mengincar kekayaannya, karena memiliki banyak kebun, atau keluarga sendiri yang memang ingin mengambil alih kebun tersebut?

Dalam penyelidikan yang dilakukan Polres Jember, polisi sudah mengamankan tiga orang. Mereka adalah Busani, 45, istri Surono; Bahar, 27, anak Surono dan seorang warga berinisial J. Ada keterangan menarik dari Busani saat diamankan di Mapolsek Ledokombo. Saat ditanya wartawan, Busani mengaku bahwa yang membunuh Surono adalah Bahar, anak kandungnya sendiri. Menurut Busani, Surono dibunuh karena diketahui jika Surono tidak suka kepada istri Bahar.

“Bahar memang sudah lama berencana (membunuh, Red) karena gak suka sama bapaknya,” ungkap Busani. Aksi pembunuhan itu diduga dilakukan Bahar di kamar korban. Setelah menghabisi korban, Bahar kemudian mengubur mayat ayah kandungnya itu di lantai musala.

“Yang ngerabat (mengecor, Red) sama yang masang fondasi itu ya Bahar. Kalau keramiknya tukang,” tegas Busani kepada Jawa Pos Radar Jember. Sementara itu, Bahar menuduh Busani, ibunya sendiri, yang telah membunuh Surono.

Korban dikenal sebagai orang yang baik, sabar, dan pendiam. Kesehariannya, dia sebagai petani kopi dan jarang merantau ke luar Jawa. “Hanya sekali pernah kerja di Bali,” kata Samsul, 45, warga setempat. Korban memiliki kebun kopi yang cukup luas di Ledokombo. Tak jarang, warga meminta bantuan Surono untuk ikut menjaga kebun kopi mereka. Rumah korban memang jauh dari permukiman warga lainnya.

Seperti diketahui, korban Surono menghilang 7 bulan yang lalu. Awalnya, tidak ada yang mencurigai hilangnya Surono, karena selama ini dia sering hidup merantau. Namun muncul kabar bahwa Surono hilang karena diduga telah dibunuh.

Dari perkembangan di lapangan diketahui ternyata Surono dihabisi oleh anaknya sendiri yakni Bahar. “Dari pengakuan itulah polisi akhirnya mengamankan tiga orang,” pungkas Wardoyo. Polisi saat ini sedang mendalami motif pembunuhan.

Semasa hidup, Surono dikenal sebagai pria pendiam. “Setiap menjaga kebun kopi milik tetangganya, tidak pernah meminta bayaran lebih,” ujar seorag kenalan dekatnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads