JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sidang Perdana Iwan Adranacus, Ayah Korban Cium Terdakwa

06 November 2018, 13:01:23 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pembunuhan
MOMEN EMOSIONAL: Suharto, Ayah korban dugaan pembunuhan Eko Prasetio memeluk terdakwa Iwan Adranacus menjelang sidang. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sidang perdana kasus dugaan pembunuhan dengan terdakwa Iwan Adranacus digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (6/11). Sidang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Namun baru terlaksana pukul 10.30 WIB. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Krosbin Lumban Gaol yang merupakan Wakil Ketua PN Solo.

Terdakwa Iwan masuk ke ruang sidang pukul 10.14 WIB. Iwan mengenakan kemeja putih dengan rompi warna oranye bertuliskan Tahanan. Sejenak, Iwan duduk di kursi di dalam ruang sidang.

Beberapa saat kemudian, Suharto yang merupakan ayah korban Eko Prasetio, 28, menghampiri tersangka. Bukanya meluapkan emosinya karena terdakwa telah membunuh anaknya, Suharto justru memeluk dan menciumi terdakwa.

"Saya maafkan, demi Allah, Saya ikhlaskan anak saya," kata Suharto kepada tersangka. Ucapan tersebut dibalas Iwan. "Maaf pak, saya tidak sengaja," ucap Iwan.

Momen mengharuskan dan penuh emosional ini diabadikan sejumlah tamu yang hadir dalam sidang. Usai momen tersebut, majelis hakim memulai persidangan. Terdakwa diminta untuk duduk di kursi pesakitan yang sudah disiapkan.

Sidang perdana mengagendakan pembacaan dakwaan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Satriawan dan Rahayu secara bergantian membacakan dakwaannya. Terdakwa didakwa telah melakukan pelanggaran pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.

Usai JPU membacakan dakwaan, majelis hakim menawarkan kepada terdakwa agar berkonsultasi dengan kuasa hukum. Terdakwa mengaku tidak keberatan dengan dakwaan yang disampaikan JPU. Sidang selanjutnya akan dilakukan pada Kamis (8/11) dengan agenda pemeriksaan saksi.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up