alexametrics

Rupilah, Sarana Praktis Ubah Sampah Jadi Rupiah

6 November 2018, 09:45:10 WIB

JawaPos.com – Polemik menumpuknya sampah di mana-mana seolah menunjukkan rendahnya tingkat kesadaran lingkungan masyarakat, tak terkecuali penduduk Kota Semarang. Setidaknya, itulah anggapan Thalita Nursinta Aulia, pencipta Rupilah. Atau aplikasi berbasis android yang bisa mengubah sampah menjadi uang.

Thalita, panggilan akrabnya, adalah seorang mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) ini menyadari betul upaya pengurangan sampah oleh masyarakat masih sangatlah minim. Sarana pemecah masalah macam bank sampah pun bak direspon adem ayem oleh mereka.

Dan Rupilah adalah inovasi ciptaan Thalita yang ditujukan guna meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah pencemar alam. Serta mengoptimalisasi peran atau keberadaan bank sampah yang selama ini ada di tengah kehidupan masyarakat.

Rupilah
Tampilan Aplikasi Rupilah. (dok. Instagram/@rupilah_)

“Saya membuat program ini berkat penelitian saya di Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang yang mengamati bahwa program yang dicanangkan terkait bank sampah belum meluas dan masih sedikit jumlahnya,” ujarnya saat dijumpai di kampusnya, Senin (5/11).

Cara kerja Rupilah, sebagaimana dara kelahiran 27 Januari 1996 ini jelaskan, cukup sederhana. Yakni, menjadikan pengelola bank sampah sebagai agen penjemput. Dan warganya merupakan user

Mekanismenya diawali user yang harus memilah jenis sampah terlebih dahulu.  Kemudian, mereka diminta membuat permintaan penjemputan dengan mengeset tanggal dan jam. 

Petugas bank sampah lalu datang untuk menimbang dengan akurat sebelum membawanya ke tempat penampungan. “Namun untuk jenis sampah yang dapat dijual, melalui aplikasi ini hanya sampah non organik saja,” terang Thalita.

Selebihnya, seperti pada umumnya bank sampah beroperasi, bakal ada kompensasi bagi warga yang mau menyetorkan sampahnya. Materi berupa saldo dan poin yang bisa ditukar dengan Rupiah. “Uang yang diberikan oleh agen bank sampah nantinya dapat menjadi dua jenis uang yakni uang kartal maupun uang digital,” tambahnya.

Saldo dan poin itu terserah warga ingin dimanfaatkan untuk membeli keperluan atau kebutuhan apapun. “Jumlah uang yang didapatkan berasal dari berat sampah yang diberikan. Semakin banyak, berarti mendapatkan uang yang banyak juga,” jelas alumnus SMK N 11 Semarang itu.

Sementara, pembuatan aplikasi Rupilah sendiri membutuhkan durasi mulai dari penelitian hingga proses coding sekitar satu tahun lamanya. Seluruh detail mengenai program ini beserta pembaharuannya dapat dipantau di instagram resminya,@rupilah_.

Intinya, ia berharap agar program buatannya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah maupun pusat dalam mengurangi sampah yang kini tengah menggunung. Karena Rupilah sendiri saat ini sudah terkoneksi dengan puluhan bank sampah di Kota Semarang.

“Melalui program ini bank-bank sampah semakin banyak dan kesadaran masyarakat terhadap sampah dapat meningkat. Program ini memang belum di-launching di Playstore dan masih dalam tahap pengembangan. Saya berharap ada investor yang dapat meningkatkan kualitas dari aplikasi ini,” cetusnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)

Copy Editor :

Rupilah, Sarana Praktis Ubah Sampah Jadi Rupiah