alexametrics

Pemkot Surakarta Akan Kaji Pelonggaran Aktivitas Sektor Perhotelan

6 September 2021, 20:27:23 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surakarta akan mengkaji kemungkinan pelonggaran aktivitas di sektor perhotelan. Itu dilakukan menyusul penurunan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Solo dari level 4 menjadi level 3.

”Kami kaji dulu untuk hotel, tadi sudah sedikit kami longgarkan, tetapi untuk meeting, wedding masih terbatas,” kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka seperti dilansir dari Antara di Solo, Senin (6/9).

Dia mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta terkait kemungkinan pelonggaran aktivitas ekonomi di perhotelan tersebut.

Sementara itu, di tengah penanganan kasus Covid-19 di Solo, pemkot berupaya terus mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Termasuk sudah membuka dua objek wisata, yakni Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Taman Balekambang.

”Objek wisata baru dua yang boleh buka, TSTJ dan Balekambang. Tetap pakai PeduliLindungi, jadi anak nggak bisa masuk kalau masih di bawah 12 tahun,” ujar Gibran.

Selain itu, pada rapat koordinasi penanganan Covid-19, pihaknya juga mulai melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ”Nanti akan ada meeting selanjutnya, nggak bisa mikir Covid-19 terus, harus memberanikan diri percepatan ekonomi, UMKM, mal, semua harus selaras,” terang Gibran.

Dia mengatakan, pelonggaran mulai dilakukan sejak perkembangan kasus Covid-19 di Solo terus membaik. Berdasar data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta, hari ini (6/9) terjadi penambahan kasus sebanyak 15 dengan kasus aktif sebanyak 176.

”Ini level 3 dulu, doakan saja semoga segera level 2,” tutur Gibran.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads