Tragis, Arnol Tewas Tertimpa Tabung Gas Setrika Saat Tidur

06/09/2018, 17:27 WIB | Editor: Dida Tenola
Kapolsek Mariso Kompol Ahmad Yulius saat melakukan olah TKP meledaknya tabung gas, Kamis (6/9) (Syahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Seorang laki-laki bernama Arnol, 36, tewas usai tertimpa tabung gas setrika milik laundry Cahaya Jaya Abadi di Jalan Tekukur, kelurahan Panambungang, kecamatan Mariso, Kota Makassar Kamis (6/9). Tabung tersebut meledak sebelum terpental mengenai tubuh Arnol.

Kapolsek Mariso Kompol Ahmad Yulius mengungkapkan, ledakan tabung gas setrika uap itu terjadi sekitar pukul 03.00 WITA. Sebelum meledak, salah seorang karyawan laundry sempat mendengar suara mendidih dari dalam tabung uap setrika yang dinyalakan.

"Karyawan di sana itu kan bekerja 24 jam. Jadi satu dari empat orang itu dengar suara tabung mendidih dari dalam rumah. Pas mau cek, tiba-tiba, langsung meledak," ujar Ahmad saat melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) Kamis (6/9) sore. 

Tabung uap setrika yang meledak kemudian terbang menembus atap rumah lokasi usaha tersebut. Saking kerasnya ledakan, tabung uap setrika berbobot 50 kg itu kemudian jatuh menimpa rumah korban yang berjarak 30 meter atau sejajar dengan usaha laundry. 

"Jadi pas jatuh, langsung tertimpa tabung uap. Korban ini tetangganya. Tabungnya jatuh pas di dalam kamar tidur belakang. Tabung menimpa bagian dada, sampai tangan kiri korban hampir putus," jelasnya.

Arnol tertimpa tabung yang jatuh tepat di dalam kamarnya. Keluarga yang melihat langsung membawa korban ke rumah sakit Stellamaris, yang jaraknya tak begitu jauh dari lokasi. Sayang, nyawa Arnol tak tertolong setibanya di rumah sakit. 

Akibat ledakan itu, sebagian besar atap hingga tembok lokasi usaha laundry itu mengalami kerusakan yang cukup parah. Begitupun dengan rumah Arnol. Polisi sejauh ini telah melakukan pemeriksaan terhadap empat karyawan laudry. 

Sementara untuk pemilik usaha laundry, belum dilakukan pemeriksaan karena masih berada di luar kota. "Pemiliknya sampai sekarang belum bisa diambil keterangan karena masih di Sorong. Tapi tetap kami upayakan. Kami terus berusaha menghubungi yang bersangkutan untuk datang pemeriksaan," pungkasnya. 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi