JawaPos Radar

Kasus APBD Kota Malang

Tersisa 5 Orang, Anggota DPRD Kota Malang Tetap Ngantor

06/09/2018, 12:10 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
DPRD Kota Malang
Gedung DPRD Kota Malang. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 41 anggota DPRD Kota Malang terjerat kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015. Mereka menjadi tersangka dan ditahan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini, anggota DPRD Kota Malang tersisa 5 orang. Adalah Priyatmoko Oetomo (PDIP), Tutuk Hariyani (PDIP), Abdurrahman (PKB), Subur Triono (PAN), dan Nirma Cris Desinidya (Hanura). Itu pun tak semuanya aktif. Priyatmoko dan Tutuk dalam kondisi sakit.

Dengan tersisa 5 anggota DPRD Kota Malang, aktivitas kedewanan pun seakan mati suri. Seperti sidang paripurna yang tidak bisa digelar lantaran jumlah anggota tidak kuorum.

Nirma Cris Desinidya
Anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Malang Nirma Cris Desinidya, satu dari lima anggota dewan yang tidak ditahan KPK. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Kendati demikian, anggota dewan yang tidak terjerat kasus berusaha untuk tetap datang ke kantor. Sekalipun sekadar untuk absen. Bentuk layanan kepada masyarakat juga sebisa mungkin dilakukan.

"Ya, datang absen. Tetap melayani (masyarakat) sesuai agenda biasa. Yang tidak bisa dilakukan itu rapat yang kuorum. Hari ini ada kunjungan dari Kalimantan Timur, tetap kami layani," kata Plt Ketua DPRD Kota Malang Abdurrahman, Kamis (6/9).

Hal senada disampaikan anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Malang Nirma Cris Desinidya. Dia rutin datang ke kantor meski tidak ada agenda.

"Absen (mengisi presensi, Red), daripada kantor kosong. Setelah itu baca-baca agenda, berkas-berkas yang ada. Jadi kalau sewaktu-waktu ada keperluan untuk rapat, baik internal maupun paripurna terus agenda yang lain, (materi) sudah siap," ujar ibu tiga anak itu.

Nirma bersama anggota dewan tersisa harus bekerja ekstra. "Kerjaan tambah ekstra, tim (hanya) 5 orang. Sekarang menunggu PAW (pergantian antarwaktu). Kalau kuorum kan bisa bagi-bagi tugas lagi," jelas Nirma.

Sementara itu, Subur Triono masih diperlukan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan 2015. Sehingga dia tidak berada di kantor. Sedangkan Tutuk dan Priyatmoko tidak dapat datang kantor dikarenakan sakit.

Sementara itu, situasi di Gedung DPRD Kota Malang terpantau sepi dalam beberapa hari terakhir. Hanya terlihat aktivitas para staf seperti resepsionis dan bagian rumah tangga.

(fis/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up