JawaPos Radar

Prihatin Wakil Rakyat Jadi Koruptor, Warga Malang Gelar Istighotsah

06/09/2018, 21:42 WIB | Editor: Dida Tenola
Prihatin Wakil Rakyat Jadi Koruptor, Warga Malang Gelar Istighotsah
Suasana istghotsah di gedung DPRD Kota Malang (Fiska Tanjung/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Ratusan masyarakat Malang berbondong mendatangi kantor DPRD Kota Malang, Kamis (6/9) malam. Mereka menggelar istighotsah sebagai ungkapan rasa keprihatinan.

Sekitar pukul 19.30, ratusan warga sudah memadati area di sekitar gedung dewan yang berada di jalan Tugu no 1A. Mereka kemudian berjalan menuju halaman dewan dan langsung duduk di sekitar halaman tanpa menggunakan alas apapun.

Salah seorang diantara mereka kemudian memimpin doa lantas diamini lainnya. Lantunan-lantunan doa istghotsah menggema.

Masyarakat Malang Raya menggelar istighotsah sebagai bentuk kekecewaan sekaligus keprihatinan atas kasus korupsi yang menjerat 41 anggota DPRD Kota Malang. Peserta istighotsah terdiri dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari forum masyarakat peduli pendidikan, forum masyarakat peduli kesehatan, mahasiswa, organisasi ekstra maupun intra kampus, tukang ojek, hingga Malang Corruption Watch (MCW).

Advokasi MCW Fauzi Wibowo mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk menanggapi kasus korupsi masal yang terjadi di Kota Malang. "Ini konsolidadi masyarakat Kota Malang, semua elemen masyarakat untuk terlibat dalam konteks pemberantasan korupsi," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ketika ditanya kenapa memilih istighotsah, Fauzi menyampaikan hal itu merupakan usaha terakhir dari masyarakat. "Beberapa kali sudah adakan aksi, tapi sedikit yang terlibat. Mungkin dengan adanya istighotsah dan doa bersama diharapkan banyak masyarakat yang ikut terlibat di acara ini," katanya.

Dia mengungkapkan, tujuan istighotsah juga untuk mendoakan agar Kota Malang bersih dari korupsi, baik dari unsur eksekutif maupun legislatif. "Pasca ditetapkannya 41 anggota sebagai tersangka, masyarakat ingin pemerintahan Kota Malang berjalan baik," ucapnya.

Setidaknya ada sekitar 200 orang yang terlibat dalam acara tersebut. Setelah membacakan doa, mereka kemudian menyalakan lilin sembari berjalan keluar dari gedung dewan. Acara tersebut kurang lebih berjalan selama 45 menit. Sebelum keluar dari gedung dewan, mereka juga menyempatkan untuk membubuhkan tanda tangan di selembar kain berwarna putih. Hal itu sebagai simbol dukungan kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus ini. 

Seperti diberitakan sebelumnya, dari total 45 orang anggota dewan, 41 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Kondisi ini pun berdampak terhadap lumpuhnya penyelenggaraan pemerintah di Kota Malang.

 

 

 

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up