JawaPos Radar

Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat Tanah Kepada Warga

06/09/2018, 19:22 WIB | Editor: Dida Tenola
Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat Tanah Kepada Warga
Presiden Joko Widodo setelah penyerahan sertifikat tanah di Jatim Expo Surabaya (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Pemerintah menyerahkan 5000 sertifikat tanah kepada warga Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Kamis (6/9). Saat penyerahan itu, Presiden Joko Widodo sempat memberi nasehat kepada warga.

Jokowi berpesan agar warga tidak menggadaikan sertifikat untuk keperluan pribadi. Misalnya, menggadaikan sertifikat tanah untuk meminjam uang. Apalagi, dipakai untuk kredit mobil. "Saya titip, dihitung dan dikalkulasi dana pinjamannya kalo pinjam di bank," kata Jokowi di Jatim Expo Surabaya.

Jokowi menyarankan, jika memang terpaksa digadaikan, sertifikat itu bisa dipakai untuk modal usaha saja. "Asal jangan digadaikan buat pinjem uang di bank, lalu dibelikan mobil. Kalau memang tidak digadaikan, disimpan saja. Siapa tahu dapat diwariskan ke anak cucu," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Jika disimpan, Jokowi berharap agar sertifikat tanah difotokopi lalu dilaminating. Supaya, jika sertifikat aslinya hilang, masih ada fotokopiannya. Sehingga, warga masih bisa mengurus sertifikat baru di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Saya titip kalau sertifikatnya sudah diterima, mohon diberi plastik. Kalau ditaruh di lemari, lalu gentengnya bocor, sertifikatnya aman. Jangan lupa difotokopi juga," pesan Jokowi. 

Senada dengan Jokowi Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan, warga dapat memanfaatkan sertifikat itu untuk mengajukan kredit murah. Misalnya, kredit usaha rakyat (KUR).

Pengajuan kredit dengan jaminan sertifikat tanah, bunganya lebih rendah. Berbeda jika menjaminkan tanah tanpa sertifikat. Bunga pinjamannya jauh lebih tinggi. "Harus hati-hati. Lebih baik, dihitung dulu apakah bisa kembali (sertifikat tanahnya) atau tidak. Kalau bisa, silakan. Kalau tidak bisa, jangan digunakan untuk minta pinjaman ke bank," tutur Sofyan.

Sebagai informasi, 5000 sertifikat tersebut baru tahap awal. Pemerintah akan kembali memberikan 1,57 juta lembar hingga Desember mendatang.

Rencananya tahun depan, pemerintah akan kembali membagikan sertifikat tanah sebanyak 9 juta lembar untuk wilayah Jawa Timur. Jumlah tersebut adalah bagian dari proses pembagian sertifikat sebanyak 80 juta lembar hingga 2024 mendatang.

 

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up