alexametrics
Pascagempa Lombok

Wisatawan Tidak Perlu Keluar dari 3 Gili, Begini Saran BNPB

6 Agustus 2018, 16:05:06 WIB

JawaPos.com – Proses evakuasi para wisatawan asing dan domestik di Gili Terawangan, Gili Air, dan Gili Meno terus dilakukan tim SAR. Dari 700 orang yang masih tertinggal, 358 orang kini berhasil dievakuasi secara bertahap.

Kepala pusat data informasi dan humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan evakuasi pertama tim berhasil menyelamatkan 61 orang menggunakan kapal Basarnas. Evakuasi kedua, diselamatkan 77 orang sementara evakuasi ketiga, 90 orang.

Proses evakuasi keempat, 70 wisatawan berhasil diangkut ke Lombok dan terakhir 60 warga negara asing juga diselamatkan. Saat ini, masih banyak wisatawan yang mengantri di pelabuhan untuk diselamatkan.

“Turis yang ada di tiga gili menunggu di pantai, mereka bawa tas, koper besar sementara kapal untuk evakuasi terbatas,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (6/8).

Ya, tim SAR merasa kesulitan karena kurangnya kapal untuk mengevakuasi para wisatawan. “Kedua karena air laut surut tidak bisa sampai ke pelabuhan besar,” imbuhnya.

Para turis itu katanya was-was lantaran menerima isu akan adanya gempa susulan lebih besar dan tsunami. Begitu pula para karyawan dan pemilik resort, mereka juga meminta untuk dievakuasi.

Padahal, kata Sutopo, tiga pulau kecil itu saat ini terbilang aman. Adapun gempa susulan hanya dalam skala kecil.

Untuk itu dia mengimbau agar para turis asing dan domestik, beserta pemilik resort juga karyawannya tidak wajib harus keluar dari tiga Gili itu.

“Wisatawan ingin perpanjang tinggal silakan. Bagi para pemilik, pengelola, karyawan resort tidak harus mengungsi. Lebih baik kita sarankan mereka tetap di sana karena tadi ada isu tsunami susulan, gempa lebih besar dan isu tiga pulau harus dikosongkan, itu isu hoax,” pungkas Sutopo.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (dna/JPC)

Wisatawan Tidak Perlu Keluar dari 3 Gili, Begini Saran BNPB