Rudiantara: Media Online dan Medsos Jangan Umbar Informasi Negatif

06/08/2018, 22:21 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
DEKLARASI: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara saat menandatangani deklarasi di Monumen Pers, Solo, Senin (6/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa peran media sangat signifikan dalam menegakkan negara yang berdemokrasi dan berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya dukungan dari media yang profesional dan beretika.

Tetapi, memasuki era modern muncullah media online dan media sosial yang membuat produk jurnalistik menjadi kurang jelas. "Selama ini ada Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999, di mana UU tersebut selama ini tidak Peraturan Pemerintah, tidak ada Peraturan Menteri. Artinya tidak ada intervensi dari pemerintah," terangnya di Solo, Senin (6/8).

Meski begitu, lanjut Rudiantara, perlu ada satu mekanisme untuk mengantisipasi agar media online maupun media sosial tidak dimanfaatkan untuk mengumbar informasi yang sifatnya negatif. Di mana media tersebut selalu melakukan agitasi, dan juga menyebarkan berita tidak benar atau hoax

"Tapi saya yakin kalau namanya produk jurnalistik tidak ada yang hoax, karena mengacu kepada etika profesi, " urainya.

Menurut Rudiantara, yang menjadi tantangan di era saat ini adalah banyaknya masyarakat yang memanfaatkan media sosial semaunya sendiri. Rudiantara mencontohkan, selama ini seseorang bisa berlaku seperti penguasa, Tuhan. Mereka sering menuangkan ketidakmampuannya dalam tulisan yang kemudian diunggah ke medsos. 

"Memang tidak mudah, saat ini ada 180 juta orang yang memiliki minimal satu ponsel. Dan saat di depan ponselnya sendiri mereka merasa menjadi segalanya. Jadi harus sama-sama memerangi siapa pun yang memanfaatkan media sosial dan Medsos, untuk hal-hal yang bersifat tidak baik," tandasnya

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi