Gempa 7 SR Guncang Lombok, 82 Orang Ditemukan Meninggal Dunia

06/08/2018, 04:37 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Seorang warga desa Duman, Lombok Barat, menelpon keluarganya yang bertempat tinggal di daerah lain setelah gempa terjadi, Minggu (5/8) malam. (IVAN MARDIANSYAH/LOMBOK POS)
Share this

JawaPos.com - Gempa bumi berkekuatan 7 SR telah memporakpondakan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB atau pukul 19.46 WITA. Gempa susulan dengan skala yang lebih kecil dilaporkan terus terjadi hingga Senin (6/8) dini hari waktu setempat. Tercatat, sementara ini ada 82 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, ratusan orang diketahui mengalami luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. "Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi," ujar Sutopo dalam keterangannya, Senin (6/8) dini hari.

Sesuai data yang diperolehnya, daerah terdampak paling parah ada di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. 

Puluhan pasien rumah sakit Harapan Keluarga, Kecamatan Selagalas, Kota Mataram, langsung dievakuasi di halaman parkir gedung saat gempa terjadi, Minggu (5/8) malam. (IVAN MARDIANSYAH/LOMBOK POS)

"Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh," tuturnya.

Sutopo menjelaskan, gempa terjadi berulang. Saat penanganan darurat dampak gempa masih berlangsung di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, tiba-tiba masyarakat diguncang gempa dengan kekuatan yang lebih besar. Masyarakat panik dan berhamburan di jalan-jalan. Apalagi, bangunan dan rumah menjadi lebih rusak atau roboh.

Korban luka-luka diketahui banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Sedangkan, gempa susulan terus berlangsung. Hingga Minggu (5/8) pukul 22.00 WIB, sudah terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil. 

"BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tersebut menjadi gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar," terang Sutopo.

Sutopo mengatakan, BNPB akan mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat. 

Bahkan, lanjutnya, TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan. Khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada Senin (6/8) pagi.

"Fokus utama saat ini pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar," pungkasnya.

Dirinya mengatakan, kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, makanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya. Kegiatan belajar mengajar di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan karena bangunan sekolah dikhawatirkan membahayakan siswa.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. Diperkirakan, korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan pun masih dilakukan pendataan.

(rgm/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 06/08/2018, 04:37 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 06/08/2018, 04:37 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 06/08/2018, 04:37 WIB

Berita Terkait

Rekomendasi