alexametrics

Begini! Salah Satu Cara Narkoba Bisa Beredar di Penjara

6 Agustus 2017, 13:25:10 WIB

JawaPos.com – Peredaran narkoba kian mengkhawatirkan. Terbukti, peredaran barang haram ini melibatkan banyak pihak. Mulai oknum sipir, polisi, hingga ketua RT. Hal itu dibuktikan dari hasil ungkap kasus aparat kepolisian.

Contohnya, kasus peredaran narkoba di dalam Lapas Rajabasa, Bandarlampung, Senin (31/7) lalu. Ternyata, kasus ini turut melibatkan seorang oknum sipir Lapas Rajabasa, Patuan Situmorang (56). Sipir senior tersebut dibekuk aparat Ditresnarkoba Polda Lampung, Rabu (2/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

AKBP Daniel Binsar Manurung, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Lampung mengatakan, penangkapan terhadap Patuan Situmorang berdasarkan pengembangan dua narapidana, yaitu Muhaimin (39) dan Ahmad Azizi (34), yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Keduanya mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari rekannya yang berada di luar melalui perantara Parulian. ’’Nah, peran PS ini sebagai perantara. Jadi, napi Azizi menghubungi rekannya di luar untuk mengirim sabu. Barang haram itu kemudian dititipkan pada PS (Parulian Situmorang) untuk diserahkan ke Muhaimin (tamping) yang kemudian menyerahkannya ke Azizi,” ungkap Daniel seperti dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Minggu (6/8).

Daniel menambahkan, tersangka sudah sekitar 2-3 bulan terakhir membantu kedua napi memasukkan narkoba ke dalam lapas. Untuk setiap aksinya, dia mendapat upah sekitar Rp500 ribu–Rp1 juta. ’’Katanya sudah dua kali masukkan narkoba. Yang pertama dia lupa berapa jumlahnya, yang kedua ini yang terakhir barang bukti yang kami temukan sekitar 8,5 gram,” terangnya.

Saat menjalankan aksinya, sambung Daniel, ada beberapa modus yang dilakukan tersangka untuk memasukkan narkotika ke dalam Lapas. Salah satunya menyembunyikan barang haram itu ke dalam nasi bungkus.

’’Rekan Azizi yakni TN (DPO) mengirimkan nasi bungkus ke dalam lapas untuk diberikan kepada Azizi. Nah, TN ini memberikannya kepada PS, lalu PS memberikan kepada Muhaimin, dan Muhaimin langsung memberikan ke Azizi,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 134 dan pasal 112 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Lampung Giri Purbadi membenarkan penangkapan oknum sipir Lapas Rajabasa itu.

Ia mengaku prihatin dan tak habis pikir atas perilakunya oknum sipir tersebut. ’’Dia ini diduga berperan sebagai pengantar dan menjemput barang dari luar ke dalam,” jelas Giri seraya menyatakan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Mengenai sanksi yang bakal diberikan kepada tersangka oleh Kanwil Kemenkumham Lampung, Giri menjelaskan sanksi terberat yakni berupa pemecatan. Namun demikian, lanjut dia, sanksi akan diputuskan setelah perkara itu inkracht.

’’Setelah ada pemeriksaan, nanti tim kepegawaian yang melihat dari hasil pemeriksaan kita detailnya seperti apa ditambah dari BAP penyidik kepolisian. Kalau pidana ya dipidana,” tegas Giri.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : (nas/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:


Begini! Salah Satu Cara Narkoba Bisa Beredar di Penjara