Hasil Visum Korban Meninggal di Paniai Bukan akibat Tembakan

6 Juli 2022, 20:41:02 WIB

JawaPos.com–Polda Papua menyatakan, dari hasil visum yang dikeluarkan RSUD Madi, Kabupaten Paniai, terungkap meninggalnya Donatus Nawipa bukan akibat terkena tembakan.

Direktur Reskrimum Polda Papua Komisaris Besar Polisi Faizal Rahmadani menjelaskan, hasil visum et repertum dari RSUD Paniai, di tubuh korban di bagian lengan kanan tampak luka robek ukuran 2 cm dan lecet ukuran 3 cm. Kemudian di perut bagian sisi kanan tampak luka terbuka, tepi rata dengan ukuran 4×2 cm dan luka masuk ke arah rongga perut ke arah tirai usus.

Faizal menjelaskan, luka Nawipa akibat benda tajam dan dipastikan bukan akibat tertembak seperti informasi yang tersebar di tengah masyarakat. Nawipa ditemukan meninggal sesaat setelah aparat keamanan membubarkan paksa sekelompok warga yang melakukan aksi anarkis. Massa kecewa dengan pelaksanaan musyawarah kampung guna memilih kepala kampung di Kabupaten Paniai.

Belum diketahui siapa yang menyerang Nawipa, karena polisi masih terus mendalami kasus itu. ”Kapolda telah memerintahkan untuk mendukung penyelidikannya,” ujar Faizal.

Sebelumnya, kericuhan terjadi Selasa (5/7) di Kantor Bupati Paniai akibat proses persiapan pemilihan kepala kampung. Selain menyebabkan seorang meninggal juga mengakibatkan dua orang terluka termasuk seorang polisi yang bertugas di rumah dinas bupati Paniai.

Sejumlah personel Polres Paniai, Papua, membubarkan paksa massa yang bertindak anarkis di Kantor Bupati Paniai di Enarotali. Petugas mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata, Selasa (5/7).

Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius Fakhiri mengatakan, insiden itu berawal saat persiapan pemilihan kepala kampung di Kantor Bupati Paniai yang dimulai pukul 08.00 WIT. Banyak warga yang datang di lokasi pemilihan dan mengintervensi Badan Musyawarah Kampung terkait pendistribusian logistik. Sehingga, menyebabkan terjadinya kericuhan pada pukul 11.45 WIT. Massa merangsek dan masuk ke Kantor Bupati Paniai.

Karena aksi massa makin anarkis dan melakukan perusakan property, anggota Polres Paniai yang datang berupaya membubarkan dengan mengeluarkan tembakan gas air mata. Meski demikian massa tidak menghiraukan, mereka terus bertindak anarkis, sehingga memaksa aparat kembali memberikan tembakan peringatan.

Kapolres Paniai telah diperintahkan berkomunikasi dengan para kepala kampung dan tokoh-tokoh masyarakat, agar mereka membantu menenangkan massa. ”Saya juga akan bertemu dengan Bupati Paniai yang kebetulan berada di Jayapura untuk membahas masalah tersebut,” ucap Kapolda Papua Irjen Polisi Fakhiri.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: