alexametrics

Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Malang Bertambah Menjadi 70 Orang

6 Juli 2020, 06:41:21 WIB

JawaPos.com–Satgas Covid-19 Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan, jumlah pasien yang terpapar virus korona dan dinyatakan sembuh di kota itu pada Minggu (5/7) bertambah 5 orang. Sehingga total sudah ada 70 orang yang sembuh.

Berdasar data Satgas Covid-19 Kota Malang yang disampaikan Kahumas Pemkot Malang Muhammad Nurwidianto, disebutkan pasien yang dinyatakan sembuh tersebut, adalah satu orang warga Jalan Binor (kasus 11 Juni), satu warga Jalan Mayjen Sungkono, Buring (kasus 13 Juni), dua warga Kotalama ( kasus 14 Juni), dan satu warga Jalan LA Sucipto, Pandanwangi (kasus 19 Juni).

Selain ada lima pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, pada Minggu (5/7) juga ada tambahan jumlah pasien positif Covid-19, yakni 9 orang. Sehingga, total menjadi 257 kasus dari 248 kasus pada hari sebelumnya. Ke-9 warga yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 tersebut, adalah warga Jalan Kebalen Wetan (P/20), warga Jalan Langsep Barat (P/17), warga Tunjung Sekar (P/37), warga Jalan Teluk Grajakan (L/38), warga Sawojajar, warga Jalan Teluk Etna (P/51), warga Jalan Poncowati (L/73), warga Jalan JA Suprapto (L/64), dan warga Jalan Binor (L/33).

Wali Kota Malang Sutiaji seperti dilansir dari Antara menjelaskan, sebagai upaya dalam percepatan penanganan Covid-19, pada Senin (6/7), pihaknya berencana mengumpulkan pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan Covid-19. Yakni, perwakilan Puskesmas, direktur RS, hingga Tim Satgas Covid-19 dari perguruan tinggi.

”Insya Allah Senin (6/7), kami ngundang kepala Puskesmas, direktur RS, dan seluruh satgas dari perguruan tinggi. Kami libatkan semua untuk melakukan upaya bagaimana menekan angka penyebaran kasus Covid-19,” kata Sutiaji.

Progres penularan Covid-19 belakangan ini, kata Sutiaji, lebih didominasi dari klaster keluarga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka menularkan kepada anggota keluarga lain hingga ke tetangga sekitar. ”Sekarang fokus mitigasinya lebih ke bawah dan keluarga, ke RT, ke RW agar penyebaran kasus ini tidak bisa masif. Kemarin angka penambahannya cukup banyak karena klaster keluarga. Oleh karena itu, klaster keluarga ini isolasi mandiri dan harus benar-benar kita kuatkan,” tutur Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, tingginya angka pasien positif di kota pendidikan itu, karena pemkot melakukan penelusuran dan tes usap secara masif di berbagai lokasi dan kalangan. Bahkan, secara intensif melakukan operasi gabungan di kafe-kafe, warung makan, maupun restoran serta lokasi umum lain.

Sutiaji menargetkan pertumbuhan jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang dapat menurun pada Agustus. ”Semoga bulan depan bisa turun kalau tidak ada uji usap, karena skema saya menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan. Kami optimistis nanti tidak akan ada penambahan,” ujar Sutiaji.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads