alexametrics

Gandeng PPATK Telusuri Aset Mantan Ketua PSSI Pasuruan Edi Hari

Polda Kejar Beberapa Pelaku yang Terlibat
6 Juli 2019, 13:56:21 WIB

JawaPos.com – Setelah Ketua PSSI Pasuruan Edi Hari Respati ditangkap, Polda Jatim masih memburu pelaku lainnya. Sebab, ada beberapa indikasi jika Edi tidak bekerja sendirian. Selain itu, polisi bakal menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak transaksi keuangan Edi.

Kasubdit III Tipidkor Polda Jatim AKBP Rama Samtama Putra menerangkan, korupsi yang dilakukan Edi adalah me-mark up kegiatan. Jadi, setiap tahun ada anggaran hibah untuk PSSI. Dari dana itulah, banyak laporan pertanggungjawaban yang diselewengkan. ”Permainan mark-up dan kegiatan fiktif menjadi bukti adanya kerugian negara. Lah, semua kegiatan di-mark up kok,” tuturnya kemarin.

Menurut Rama, kegiatan yang paling sering adalah pembinaan usia muda dalam liga internal. Misalnya, pemotongan gaji pelatih, pemain, dan tim ofisial. Tak hanya itu, bonus-bonus juga dipotong. Untuk kegiatan, pengadaan turnamen dibuat fiktif. Padahal, tidak pernah ada turnamen tersebut. ”Ini yang membuat Edi terjerat korupsi. Apalagi Rp 3,8 miliar tersebut hanya terjadi pada 2015,” terangnya.

Sementara itu, tim sulit mencari jejak pembuktian pengelolaan korupsi lainnya. Sebab, pada 2013 dan 2014, banyak bukti yang telah hilang. Meski begitu, tidak berarti bukti tidak ditemukan. ”Kami menemukannya, tapi kurang detail pada tahun itu. Yang pasti, ada pengelolaan yang sama persis yang dia lakukan,” katanya.

Mantan Kasubdit I Indagsi Polda Jatim itu menambahkan, kini ada target baru dalam pengembangan kasus tersebut. Sebab, di balik korupsi Edi, ada oknum yang mengontrol aksi Edi. ”Dia tidak sendirian. Kami sedang mendalaminya,” ungkapnya.

Versi Edi kepada penyidik, lanjut Rama, oknum itu merupakan seorang anggota dewan. Namun, dia enggan memastikan keterlibatan orang yang diduga ikut korupsi tersebut. Sebab, polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Dia menambahkan, oknum itu merupakan orang yang mengatur dan ikut menerima sebagian dana hibah dari Edi. ”Pelaku ini mengambil 30 persen hingga 20 persen dari anggaran. Nilainya cukup fantastis untuk satu tahun,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Edi dibekuk tim Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim. Dia diduga menyelewengkan dana hibah pada 2013, 2014, dan 2015. Dana hibah itu berasal dari APBD Pemkot Pasuruan. Nah, dalam hibah tahunan tersebut, sejatinya uang itu dibagi untuk KONI. Namun, karena KONI memiliki 29 cabang olahraga, dana hibah itu dibagi untuk PSSI Kota Pasuruan.

Tujuannya, melakukan pembinaan dan pengembangan sepak bola di kota tersebut. Namun, karena ulah Edi, negara merugi. Sebab, uang Rp 3,8 miliar diduga dinikmati sendiri oleh Edi. Ketika itu, dia menjabat sebagai ketua PSSI Kota Pasuruan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/c12/end



Close Ads