JawaPos Radar

Pleno Rekapitulasi Pilwali Makassar Ricuh, Massa Paslon Serang Polisi

06/07/2018, 19:57 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Pleno Rekapitulasi Pilwali Makassar Ricuh, Massa Paslon Serang Polisi
Ratusan massa paslon tunggal Appi-Cicu yang terlibat bentrok dengan apara kepolisian disela-sela pelaksanaan pleno rekapitulasi perolehan suara Pilwalokot Makassar, di Jalan Taman Makam Pahlawan, Jumat (6/7). (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 2018 digelar di MaxOne Hotel, Jalan Taman Makam Pahlawan, Jumat malam (6/7). Di luar lokasi keadaan berlangsung ricuh.

Massa ratusan pendukung pasangan calon (Paslon) tunggal Munafri Arifuddin - Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) terlibat bentrok dengan ratusan aparat kepolisian.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, bentrokan ini dipicu karena massa paslon tunggal berusaha masuk ke dalam lokasi atau area pelaksanaan pleno berlangsung.

Pleno Rekapitulasi Pilwali Makassar Ricuh, Massa Paslon Serang Polisi
Ratusan massa paslon tunggal Appi-Cicu yang terlibat bentrok dengan apara kepolisian disela-sela pelaksanaan pleno rekapitulasi perolehan suara Pilwalokot Makassar, di Jalan Taman Makam Pahlawan, Juma (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)

Mereka menggunakan alat seadanya seperi bambu dan mobil truck komando yang dijadikan mimbar orasi. Massa pendukung berhasil merangsek masuk menembus blokade kawat berduri aparat. Bahkan, beberapa dari kerumunanan massa berusaha menyerang aparat dengan petasan.

Mereka membakar petasan panjang dan membidik ke arah aparat kepolisian. Kontak fisik tak terhindarkan. Massa yang tak ingin mundur, saling dorong dengan aparat kepolisian.

Namun, dengan senjata lengkap dan water canon serta mobil pengendali massa, petugas memukul mundur ratusan massa paslon tunggal. Kerumunan massa langsung berhamburan dari lokasi. Aparat kepolisian langsung mengamankan lima orang sekaligus yang diduga sebagai provokator.

Satu persatu dari kelimanya ditarik bergiliran dan dibawa ke lokasi atau area steril untuk diamankan. Beberapa saat setelahnya, aparat berusaha menenangkan mereka. Massa kemudian perlahan tenang. Mereka sampai saat ini bahkan masih bersiaga tak jauh dari halaman hotel, tempat pelaksanaan pleno berlangsung.

Sebelumnya, massa pendukung paslon tunggal tersebut juga merobohkan pagar kawat, yang merupakan blokade atau pembatas yang dibangun aparat kepolisian yang berjaga di seputaran lokasi pleno berlangsung.

Dengan menggunakan alat seadanya seperti bambu, beberapa orang menyingkirkan kawat pembatas tersebut. Sesekali massa bahkan membakar petasan yang diselingi dengan teriakan Appi-Cicu.

"Kami mendapatkan informasi dari dalam, bahwa proses rekapitulasi itu ada keganjilan, ada kecurangan. Kami tidak menginginkan kecurangan ini terjadi. Kami hadir disini untuk Appi-Cicu," teriak lantang salah satu orator dari atas mobil komando massa Appi-Cicu.

Dalam kerumunan, massa ini bahkan sesekali memukul tiang listrik yang ada disekitar jalan masuk ke dalam hotel. Massa menganggap, opini yang berkembang bahwa kotak kosong yang selama ini disebut-sebut sebagai suara rakyat, adalah bohong.

"Banyak opini yang berkembang bahwa kotak kosong adalah bentuk kekecewaan masyarakat, bentuk kemarahan masyarakat, bentuk dukungan masyarakat yang menginginkan perubahan adalah bohong. Appi-Cicu adalah suara yang mewaliki masyarakat Makassar," tegasnya lagi.

Tak sampai disitu, massa bahkan mengancam dalam waktu kurang dari dua jam, apabila perhitungan suara belum selesai dan belum ada pengumuman resmi dari hasil pleno ini, mereka akan masuk ke dalam area pleno berlangsung.

Ratusan aparat gabungan TNI dan kepolisian bersenjata lengkap berusaha menenangkan ratusan massa tersebut. Setelah melakukan dialog, massa kemudian perlahan mulai tenang. Rencananya mereka akan kembali melakukan aksi usai salat Isa.

Hingga saat ini, pleno rekapitulasi perolehan suara di dalam MaxOne Hotel juga sementara berlangsung. Informasi yang dihimpun hingga pukul 20.30 Wita malam ini, rekapitulasi telah mencapai perhitungan di 9 kecamatan dari total 15 kecamatan yang ada di Makassar. Belum ada keterangan resmi dari KPU, terkait pemberitahuan hasil dari pleno rekapitulasi ini.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up