alexametrics

Bom Paku di Bangil Meledak karena Human Error

ABD Miliki 3 KTP Palsu
6 Juli 2018, 11:37:56 WIB

JawaPos.com – Keberadaan ABD, terduga teroris sekaligus pemilik bom yang meledak di Desa Pogar, Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7) masih misterius. Pihak kepolisian pun masih melakukan pencarian terhadap pria yang disebut-sebut pernah mendekam di Rutan Cipinang terkait bom di Kali Malang tersebut. Kendati demikian, polisi memastikan bom paku berjenis bondet itu meledak secara tidak disengaja. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menjelaskan, pihaknya merasa perlu meluruskan beberapa pemberitaan yang beredar di berbagai media. Banyak yang menyebut bila ABD sengaja meledakkan bom tersebut.

“Saat ledakkan pertama terdengar itu murni human error. Meledak sendiri saat dirakit dan mengenai anaknya,” tegas Barung kepada wartawan, Jumat (6/7) pagi.

Bom Paku Bangil
Sisa ledakan bom paku di Bangil (dok. Radar Bromo/Jawa Pos Group)

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan polisi, bom meledak pertama kali saat putra ABD sedang makan. Bom tersebut berada tak jauh dari sang anak yang masih berusia 2 tahun.

Bom meledak di ruang tengah yang tidak terlalu besar. Kemungkinan bom meledak karena dipakai mainan anak ABD. Alhasil anak tersebut terluka dan saat ini dirawat di RS Bhayangkara.

Dari hasil scientific identification terungkap bahwa bondet berisi paku itu memiliki daya ledak rendah. Putra ABD yang sampai saat ini dirahasiakan identitasnya mengalami luka di wajah dan kaki.

Barung menambahkan, ABD memiliki tiga KTP palsu. Pertama kelahiran 1975, 1968, dan 1970. Tiga identitas ABD di KTP palsu itu tertulis sebagai Abdullah kelahiran Aceh, Al Wardi kelahiran Banten, dan Ahmad Muslim dari Malang.

“Tapi itu nggak penting karena kami sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah bekerja dan melakukan pengejaran,” tambahnya.

Pemilik rumah kontrakan yang dihuni ABD beserta keluarganya itu sebenarnya sudah sering untuk meminta Kartu Keluarga (KK). Tapi tidak pernah diberikan oleh ABD.

Barung menerangkan, upaya perburuan juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat. “Masyarakat Jatim kuat. Bahkan banyak informasi yang masuk ke kami terkait keberadaan pelaku,” terang alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 tersebut.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (did/ce1/JPC)


Close Ads
Bom Paku di Bangil Meledak karena Human Error