alexametrics

Jadi Kawasan Khusus, Jalan Menuju Bromo Bakal Dilebarkan

6 Mei 2018, 14:04:49 WIB

JawaPos.com – Kabupaten Malang, menjadi salah satu daerah yang mengajukan diri sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) wisata kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Mereka mengajukan dengan Gunung Bromo sebagai destinasi andalan.

Pasalnya, ada 10 destinasi wisata nasional baru yang ditetapkan Kemenpar, salah satunya gunung yang dikeramatkan oleh Suku Tengger tersebut. Daerah ini semakin bersolek untuk menjadi KEK. Belum lama ini, Tim Khusus Konsultan Kementrian PU, telah melakukan survei untuk pelebaran jalan.

Tim dari pusat itu terdiri dari lima orang. Mereka didampingi Camat Poncokusumo, Sukarlin, petugas Bina Marga Kabupaten Malang, dan Kepala Desa Ngadas, Mujianto.

Tim ini mensurvei rencana pelebaran jalan itu sepanjang 30 kilometer. Mulai dari Desa Tulus Ayu, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang hingga Desa Bantengan di perbatasan Kabupaten Lumajang.

Saat ini, memasuki jalan menuju Bromo di Desa Tulus Ayu lebar jalan sekitar enam meter. Sampai di perbatasan dengan desa Wringinanom menyempit menjadi sekitar empat meter. Setelah sampai ujung atas desa Gubuk Klakah semakin menyempit lagi sampai Bantengan.

Jalan itu merupakan akses satu-satunya yang selalu digunakan masyarakat wisatawan menuju Bromo. Bain dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebagian bahkan sudah hot mix.

Survei itu mengkaji kemungkinan jalan tersebut dilebarkan menjadi 9 meter. Mengenai kepastian survei ini, Kepala Desa Ngadas, Mujianto mengaku tidak tahu persis.

“Saya tidak tahu persis. Namun dalam survei itu dibicarakan adanya rencana melebarkan jalan itu menjadi sembilan meter,” kata dia, Minggu (6/5).

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomi Herawanto, mengatakan, jika KEK nanti terbentuk akan berdampak besar terhadap daerah sekitar. Bahkan, mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) itu menyampaikan, bisa berdampak secara nasional.

“Bukan hanya Malang Raya, namun bisa regional bahkan nasional,” katanya.

Survei yang dilakukan Konsultan Kementrian PU, lanjut dia, bisa jadi merupakan bagian dari hasil penelitian tentang dampak yang akan ditimbulkan bila KEK terwujud.

Pasalnya, dampak yang akan muncul dalam proyeksi keberadaan KEK itu, masih menurut Tomi, adalah, peningkatan perekonomian yang digerakkan antara lain dari sektor wisata dan techno informatika.

Tentu, imbuhnya, juga akan dibarengi sosialita masyarakat karena KEK merupakan kawasan sosiokultura. “Potensi utamanya adalah juga heritage yang ada di Candi Singosari,” tegasnya.

Seperti informasi, pembentukan KEK Singosari itu saat ini tinggal selangkah lagi yakni sudah pada taraf menunggu persetujuan Menteri Perekonomian.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (tik/JPC)

Jadi Kawasan Khusus, Jalan Menuju Bromo Bakal Dilebarkan