alexametrics

Edy Sempat Disela Saat Paparkan Solusi Hutan dan Masyarakat Adat

6 Mei 2018, 01:15:43 WIB

JawaPos.com – Moderator Debat Pilgub Sumatera Utara (Sumut) sempat menyela Calon Gubernur (Cagub) Sumut Edy Rahmayadi karena dianggap lari dari konteks pertanyaan. Dalam debat yang digelar, Sabtu (5/5) malam, moderator menyampaikan pertanyaan tentang bagaimana mengimplementasikan revolusi bermartabat.
Hal itu tercantum dalam visi misi yang dimiliki ERAMAS untuk eksistensi hutan masyarakat adat dapat dikembangkan dan tidak dipersulit.

“Dalam kesempatan ini, kami dalam menjalankan prinsip tata kelola pemerintahan,” kata Edy yang langsung disela moderator.

Moderator kemudian menyampaikan, pertanyaan itu kembali. Edy kemudian melanjutkan jawabannya.

“Terima kasih saya jawab. Mengikutsertakan adat, ketua adat di daerah. Karena kita mengenal hukum, yaitu hukum positif dan hukum adat. Ini harus menjadi satu dalam menjawab persoalan-persoalan khususnya di Sumut ini. Kita tahu dari suku Tapanuli Utara, tanah adat sangat dijunjung tinggi dan ini perlu menjawab satu persoalan tentang adat harus disertakan pemuka dan ketua adat,” ujarnya.

Dia melanjutkan, soal hutan sudah diatur dengan jelas dalam hukum. Dimana hutan tidak dapat diganggu. “Ada hutan lindung, ada hutan produksi. Ini tidak boleh diganggu. Kalau mengganggu itu berarti jelas melanggar hukum. Supremasi hukum mengatur di dalamnya. Tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Apalagi semua nanti diancam akan diperiksa oleh hukum dan banyak orang ketakutan di Sumut saat ini. Terima kasih,” sambungnya.

Djarot kemudian diberi kesempatan untuk menanggapi. Dia pun langsung memberikan kritik terhadap jawaban Edy.

“Pertanyaannya adalah bagaimana implementasi revolusi bermartabat. Mohon maaf Pak Edy saya masih belum melihat bagaimana implementasinya. Yang saya tahu adalah, revolusi mental. Mental kita yang harus kita ubah, mindset yang harus diubah. Tapi revolusi martabat, saya dengan kebodohan saya, kami baru tahu saat ini dan saya kita tidak melihat bagaimana aplikasinya,” ujar Djarot.

Djarot kemudian memberikan Sihar menjawab. Dia menjelaskan soal hutan kemenyan yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Saya akan memberikan sedikit contoh bagaimana hutan Kemenyan di Humbahas masih hidup dan digalakkan selama ratusan tahun. Banyak anak-anak graduate dari Humbahas berdasarkan hasil dari Kemenyan dan Kemenyan harus hidup. Itu mungkin yang dimaksud dengan revolusi bermartabat,” sambung Sihar.

Kemudian Edy kembali memberikan tanggapan atas kritikan itu. “Terima kasih. Ini persoalannya adalah bersangkutan dengan adat dan hutan. Adat ini kenapa disangkut pautkan, karena salah satu adat istiadat, ketua adat yang paling tahu aturan di daerah itu,” kata Edy.

“Kalau ini tidak diperdayakan, kita akan selalu ribut ini yang perlu diperdayakan. Kedua saya katakan hutan itu sudah diatur. Nanti kalau tidak mau diatur, nanti siapa yang kuat itu yang menang. Hutan paru-paru dunia. Mohon dengan segala hormat, taati hutan ini, karena kepentingan hutan adalah seluruh mahluk hidup memerlukan hutan,” ujar Edy.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Edy Sempat Disela Saat Paparkan Solusi Hutan dan Masyarakat Adat