alexametrics
Atasi Masalah Sampah

Edy Rahmayadi Siapkan Lahan 100 Hektare untuk Pengolahan Sampah

6 April 2019, 02:30:38 WIB

JawaPos.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi berharap, persoalan sampah di Kota Medan dan sekitarnya dapat segera terselesaikan. Hal itu ia sampaikan, setelah adanya penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) dengan HGNS inc, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (5/4).

Penandatanganan MoU antara PT PPSU dan perusahaan asal Korea, HGNS inc tersebut, dalam rangka kerjasama tentang pengelolaan sampah di Kota Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidangro) dan sekiratnya. Di saat yang sama, juga lakukan penandatanganan MoU antara PDAM Tirtanadi dengan PT MOYA dan PT Adaro Tirta Mandiri tentang pengelolaan air.

Edy Rahmayadi mengatakan, persoalan sampah merupakan hal yang penting dan menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Jika tidak, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi Sumut ke depan. “Sehebat apapun kita, jika sampah tak selesai, menjadi polusi, dan akhirnya kita tak sehat,” kata Edy, dalam keterangannya yang diterima, Jumat (5/4).

Ia pun mengharapkan, Kota Medan dan sekitarnya dapat mejadi kota yang bersih dan sehat. Sehingga orang yang tinggal dan singgah merasa nyaman. “Membuat kita sehat dan membuat kita panjang umur,” ujarnya.

Edy menyatakan, dirinya telah disiapkan lahan 100 hektare di daearah Tuntungan, Deliserdang. Disana akan dijadikan tempat pengolahan sampah. “Itu mau saya jadikan tempat sampah yang menghasilkan, saya mau itu jadi tempat rekreasi, bayangin orang bisa rekreasi di sini,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Pangkostrd itu menginginkan, Kota Medan menjadi kota yang terbaik di Indonesia. “Saya harap Kota Medan, Ibukota Sumatera Utara menjadi kota terbaik di Indonesia dan Asia. Saya yakin itu bisa,” tandasnya.

Sementara itu, Dirut PT PPSU Hendra Suryadi menargetkan, proyek kerja sama pengelolaan sampah tersebut akan dimulai sesegera mungkin. “Karena sudah mulai MoU. Secepat mungkin kita jalankan,” ujarnya.

Berdasarkan survei HGNS mengenai sampah, Sumatera Utara menghasilkan 9.800 ton sampah per hari. Untuk kawasan Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Binjai menghasilkan 3.815 ton per hari. Angka tersebut merupakan 40.2 % dari total keseluruhan sampah di Sumatera Utara.

Medan, perharinya menghasilkan 1.764 ton. Sedangkan Deliserdang 1.443 ton, Sergai 441 ton, dan Binjai 167 ton per hari.

Chairman HGNS inc Mr Hong menambahkan, proyek tersebut akan dimulai pada Januari 2020. Selanjutnya akan dilakukan survei dan pemetaan. Pada proyek tersebut, akan dibangun tempat pengumpulan sampah, pemilahan sampah, hingga pembuatan pupuk.

Yang mana proyek tersebut memiliki 4 tahap pengerjaan. Meski begitu, Mr Hong mengatakan belum memastikan total angka yang akan diinvestasikan. “Kami masih belum tahu yang pasti tapi tergantung apa yang dilakukan nanti,” ungkapnya.

Mr Hong mengatakan, kerja sama dengan Sumut merupakan sebuah kehormatan. Dikatakannya Indonesia dan Korea punya kerja sama yang banyak.

Untuk diketahui, HGNS adalah perusahaan konsultan atau penyedia solusi di bidang pengolaan limbah yang berbasis di Seoul Korea. Diinformasikan, HGNS telah banyak melakukan kerjasama dengan negara lain.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah; Sekdaprov Sumut R Sabrina; Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang; dan perwakilan kepala daerah Kota Medan, Binjai, Deliserdang dan Sergai. Selain itu, juga ada Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo; Chairman HGNS inc Mr Hong; Direktur PT Moya Yuni Supriyanto; dan Direktur Adaro Tirta Mandiri Wito Krisnahadi.

Editor : Budi Warsito