alexametrics

Menpora: Bonus Demografi Jadi Tantangan dan Ancaman di Indonesia

6 April 2018, 18:22:32 WIB

JawaPos.com – Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada 2020-2035. Bonus demografi tersebut akan menjadi keuntungan keuntungan tersendiri karena usia produktif didominasi rentang usia 16-30 tahun. Bahkan, pada posisi tersebut negara akan berada dalam posisi yang belum pernah terjadi sebelumnya misalnya saja dalam hal kemajuan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke 48 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jumat (6/4).

”Berbeda dengan negara lain seperti Jepang yang usia produktif mereka semakin sedikit. Tapi sekali lagi, ini tantangan bagi semua stakeholder untuk bisa mengelola bonus demografi secara tepat dan menjadikan kekuatan yang tidak dimiliki negara lain,” ujarnya.

Ia menyebut dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017, jumlah usia produktif saat ini mencapai 62 juta jiwa. Menghadapi tingginya usia produktif ini, pemerintah juga telah mengarahkan pada tiga hal. Yaitu, memperkuat karakter pemuda, meningkatkan daya saing pemuda dan menjadikan media sosial sebagai alat membangun peradaban.

”Rasio usia produktif di atas 64 persen sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Ini adalah rasio usia produktif terbaik yang akan mulai dinikmati oleh Indonesia pada tahun 2030,” imbuh Imam.

Meski begitu, Menpora kembali menggarisbawahi, dengan jumlah pemuda usia produktif ini jika tidak dikelola secara tepat, peran mereka kurang dirasakan bagi kemajuan bangsa ini. Sebab, sejumlah ancaman untuk merusak generasi muda ini juga di depan mata seperti narkoba, pornografi, kejahatan seksual, perkawinan di bawah umur dan pengangguran.

Ia mengatakan, perguruan tinggi termasuk UIN Walisongo, memiliki peran bagaimana para mahasiswanya bisa berkiprah di masyarakat dengan mengambil peran mengatasi ke lima ancaman itu.

”Apalagi sebagai kampus Islam pasti memiliki pasti ada pondasi spiritual dan  keilmuan agama yang kuat. Jadi kami harapkan kampus ikut mengambil peran dan peduli pada nasib pemuda di Tanah Air,” jelasnya.

Sementara itu Rektor UIN Walisongo Muhibbin mengungkapkan di usia ke-48 sistem pendidikan yang diberikan sudah sampai menyentuh esensi pembelajaran dan penguatan karakter. Pengetahuan, yang membawa pengembaraan ke berbagai disiplin keilmuan, dipadukan dengan kekuatan penyerahan diri di hadapan Illahi. 

”Alhasil generasi masa depan jenius yang berakhlak mulia terlahir dari Perguruan Tinggi Islam ini. Menginjak usia hampir lima dekade ini keberadaan kampus ini sebagai tonggak memperkokoh kemanusiaan dan peradaban semakin kami perkuat dengan landasan pendidikan karakter,” tuturnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)


Close Ads
Menpora: Bonus Demografi Jadi Tantangan dan Ancaman di Indonesia