JawaPos Radar

Proyek IPAL Bersama Asal Jadi, 5 Bulan Warga Tersiksa

06/04/2017, 06:20 WIB | Editor: Ilham Safutra
Proyek IPAL Bersama Asal Jadi, 5 Bulan Warga Tersiksa
Ilustrasi (Pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Warga di sepanjang Gang Anggrek, RT 05/RW 03, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau mengeluhkan pengerjaan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang asal jadi.

Hal itu membuat warga setempat merasa tersiksa. Pasalnya sejak IPAL bersama itu ada, warga merasakan bau tidak sedap setiap terjadinya hujan. Bahkan kotoran saluran IPAL itu kerap keluar dan itu sangat menjijikan. Kondisi itu telah berlangsung sejak lima bulan terakhir.

Salah seorang warga Gang Anggrek, Boy Sarifuddin kepada Riau Pos (Jawa Pos Group) mengatakan, pengerjaan proyek tersebut asal jadi. Sebab ketika hujan turun aroma busuk tercium, bahkan kotoran di dalam septic tank keluar hingga ke jalan.  "Setiap hujan turun, bau busuk keluar dari septic tank, kotoran itu melimpah ke jalanan," sebut Boy, seperti lansir Kamis (6/4).

Kata Boy, kondisi ini sudah dirasakan warga sejak lima bulan lalu. "Sudah lima bulan kita rasakan seperti ini," tambahnya.

Dia menuturkan, warga berusaha mencari penyelesaian, namun terkesan mendapat halangan dari ketua RW setempat. Alasannya akan diselesaikan secara kekeluargaan. Namun hingga saat ini tidak ada solusi yang diberikan kepada warga.

"Kita lebih nyaman dengan adanya septik tank sendiri-sendiri di rumah, dari pada proyek ini ada hanya untuk menyusahkan, kita di sini membutuhkan air bersih. Tapi kalau proyek pembangunan air bersih diadakan di sini, kami sangat mendukung sekali. Lihat saja air di sumur kami tidak bersih," terangnya

Hal senada juga dikatakan Ican, warga lainnya. Dia meminta agar proyek IPAL yang dijadikan sebagai septic tank agar ditutup. "Kita minta ditutup saja, karena kita resah karena bau busuk itu, kita minta gang Anggrek ini kembalikan seperti semula," pintanya.

Terpisah, Ketua RW 03 Harfi Rustam mengatakan, pembangunan itu sudah sesuai dengan perencanaannya. "Gambarnya ada dan apa fungsi sert kegunaannya," terangnya.

Harfi Rustam mengaku pekerjaan IPAL ini dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR). Sementara dirinya hanya sekadar penerima Surat Keputusan (SK). Sedangkan pengawasan, teknis dan anggarannya lebih diketahui oleh pihak kelurahan. "Saya hanya menerima SK saja, saya hanya menerima saja, orang PU yang mengawasi," akunya.

Di pihak lain, Sekretaris Lurah (Seklur) Padang Bulan, Zulfahmi berharap, persoalan tersebut dapat diselasaikan dengan baik agar tidak terjadi polemik di tengah masyarakat.

"Kita harapkan dapat selesai agar aroma baunya tidak muncul lagi, kita panggil RW dan pendamping bagaimana pengerjaan proyek tersebut," tegasnya.

Zulfahmi tak menampik, jika pembangunan IPAL tersebut memang mengeluarkan bau yang tak sedap ketika hujan datang, sebab alirannya tak tahu kemana. "Saya warga sekitar juga terganggu, mememang bau, karena setiap hujan turun drainase banjir pasti keluar kotoran itu," papar Seklur.

Menurut keterangan dia, proyek pengerjaan itu diperkirakan dilakukan pada bulan Februari tahun lalu. "Setahu saya Februari tahun lalu dikerjakan," pungkasnya. (*3/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up