alexametrics

Uang Siluman Rp 40 M Disetor ke Kas Negara

Pengusutan dari Dana WN Nigeria
6 Maret 2019, 12:22:24 WIB

JawaPos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menyetorkan uang Rp 40 miliar ke kas negara kemarin (5/3). Dana puluhan miliar rupiah tersebut sebelumnya disita Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dari aktivitas transfer uang yang tak jelas asal usulnya. Diduga, uang itu merupakan hasil tindak pidana pencucian uang.

“Kami mengeksekusi barang bukti perkara tindak pidana pencucian uang,” ujar Kepala Kejari Serang Azhari kemarin. Dia menambahkan, uang tersebut sebelumnya ditransfer Udeze Celestine Nnaemeka alias Emeka pada Januari 2018. Saat ini posisi warga negara Nigeria itu masih buron.

Azhari lantas menceritakan awal mula kasus tersebut. Sebelum mentransfer uang, Emeka menghubungi Christian Tanos pada pertengahan 2017. Dalam kontak itu, Emeka meminta dibuatkan perusahaan untuk menampung uang puluhan miliar tersebut. Tanos lalu menghubungi koleganya yang bernama Didin Solihin Aziz. Dia diminta membuat perusahaan bernama PT Sinar Kawaluyan. Selain itu, Didin ditugasi membuka rekening atas nama PT tersebut.

Uang Siluman Rp 40 M Disetor ke Kas Negara
UANG SILUMAN: Kajari Serang Azhari memperlihatkan tumpukan uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 yang dibungkus plastik dengan total Rp 40 miliar di Kejari Serang, Jalan Raya Serang-Pandeglang, Sempu, (Doni Kurniawan/Banten Raya/Jawa Pos Group)

Kenyataannya, proses pembukaan rekening tidak bisa berlangsung lancar. Sebab, PT Sinar Kawaluyan tidak terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Mendapati kondisi itu, Didin tidak diam. Dia lantas mengenalkan Tanos kepada Rahmawati. Yang bersangkutan disebut punya kenalan di Bank Mandiri yang bisa membantu pembuatan rekening. Persyaratan administrasi pun disiapkan.

Tak berhenti di situ, setelah proses tersebut tuntas, Tanos membuat perusahaan lain yang bernama PT Solar Turbines Internasional. Perusahaan tersebut juga dimanfaatkan untuk menerima transferan uang Emeka.

Untuk kepentingan itu, Tanos meminta bantuan temannya yang bernama Herman Sanjaya untuk membuat rekening di bank yang sama. Setelah rekening dibuat, awal Januari 2018 diberitahukan, uang Rp 43,9 miliar sudah ditransfer. Uang lantas ditarik Rp 3,9 miliar. “Rekening perusahaan hanya modus untuk menarik dana tersebut,” ucapnya.

Azhari menambahkan bahwa Bank Mandiri kemudian mencurigai penarikan dana dalam jumlah besar. Bank kemudian memblokir uang yang tersisa Rp 40 miliar. Kasus itu kemudian dilaporkan ke kepolisian.

Polisi lantas menyelidiki kasus tersebut. Satu per satu yang terlibat pencucian uang ditangkap, yakni Tanos, Didin, Rahmawati, dan Herman. Masing-masing sudah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara di Pengadilan Negeri Serang. “Vonis hakim telah berkekuatan hukum tetap,” kata Azhari. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (mg05/c9/git)

Copy Editor :

Uang Siluman Rp 40 M Disetor ke Kas Negara