alexametrics

Terus Bergejolak, BNPB Minta Pemda Benahi Jalur Evakuasi Merapi

6 Maret 2019, 20:20:00 WIB

JawaPos.com – Rusaknya jalur-jalur evakuasi di sekitar Gunung Merapi disorot. Pemerintah daerah yang dianggap memiliki kewenangan untuk jalur-jalur tersebut, diminta untuk segera dibenahi.

Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau agar para pemerintah daerah segera melakukan perbaikan-perbaikan pada jalur evakuasi yang rusak itu. Pasalnya, saat ini penanganan Rehab-Rekon dianggap sudah selesai.

“Karena bagaimanapun masyarakat memerlukan jalur evakuasi yang kondisinya baik, yang lancar, dan aman. Jika sewaktu-waktu terjadi adanya erupsi dan lain sebagainya, sehingga masyarakat melakukan evakuasi bisa dengan lancar dan selamat,” katanya di Semarang, Rabu (6/3).

Pria kelahiran Boyolali itu turut menyoroti aktivitas para penambang pasir di sana. Sutopo meminta pemerintah mau turun tangan mengatur lalu lalang truk-truk yang melakukan penambangan. Karena jika dibiarkan, bisa-bisa jalan yang mereka lalui itu rusak saat digunakan sebagai jalur evakuasi.

Kendati demikian, Sutopo menyebut Pemerintah empat kabupaten yang bersinggunan langsung dengan Merapi, yakni Boyolali, Klaten, Magelang, dan Sleman, kesiapsiagaannya sudah meningkat. Begitu pula dengan warganya yang katanya, banyak belajar dari peristiwa letusan 9 tahun silam.

“Mereka siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang terburuk. Kalaupun terjadi aktivitas erupsi dan sebagainya, letusannya juga tidak besar, tidak seperti 2010, dan semuanya sudah siap,” jelasnya.

Aktivitas Merapi saat ini, kata Sutopo, dipantau secara real time menggunakan kamera pengawas yang terpasang di sisi-sisi gunung. Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga tak pernah lelah mengamati pergerakan gunung ini.

“Kalau kita melihat sampai saat ini, energi dari magma yang ada di dapur magma juga tidak terlalu besar, sehingga proses keluarannya juga pelan-pelan,” jelasnya.

Meski telah ditetapkan jarak tiga kilometer untuk radius aman, ia mengimbau warga tak lantas menjadi khawatir. Untuk luncuran awan panas yang selama ini dikenal dengan sebutan ‘wedhus gembel‘, katanya juga belum mengarah ke pemukiman warga. Baru menuju Kali Gendol saja. 

“Jadi tidak perlu panik. Sampai saat ini belum ada pengungsian, karena (luncuran awan panas) masih jauh dari daerah-daerah yang aman,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat, Tunggul Kumoro



Close Ads
Terus Bergejolak, BNPB Minta Pemda Benahi Jalur Evakuasi Merapi