alexametrics

Emil Ungkap Alasan Pemprov Pilih Bangun LRT ketimbang MRT

6 Maret 2019, 17:13:13 WIB

JawaPos.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim masih melakukan kajian terkait rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang menyambungkan Surabaya-Gresik-Sidoarjo-Lamongan-Mojokerto. Moda transportasi masal itu dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di kota besar, seperti Surabaya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, LRT memang mempunyai keterbatasan daya tampung dibandingkan Mass Rapid Transit (MRT). Meskipun begitu, dia menganggap LTR cocok untuk Surabaya dan sekitarnya.

“Light rail (LRT, Red) ini memang ada keterbatasan daya tampung ketimbang MRT. Tapi untuk konteks Jakarta, dianggap cukup (memenuhi mobilitas) apalagi untuk Surabaya,” ujarnya saat berkunjung ke Malang, Rabu (6/3).

Emil Ungkap Alasan Pemprov Pilih Bangun LRT ketimbang MRT
Infograsis jenis transportasi masal kereta. (Kokoh Praba Wardani/ JawaPos.com)

“Ini salah satu yang sedang kami kaji dengan saksama,” lanjut mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Sebagai informasi, MRT mempunyai kapasitas 950 penumpang. Sedangkan LRT 600 penumpang.

Menurut Emil, LRT lebih memungkinkan dibangun di Jatim. “LRT adalah teknologi yang paling di depan mata, tapi sebenarnya definisi LRT itu artinya keretanya, bukan rel yang berat. Sedangkan MRT, heavy rail transit (rel berat),” ungkapnya.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, Pemprov Jatim mewacanakan untuk membangun Light Rail Transit (LRT). Ada beberapa pertimbangan pemprov memilih LRT yang rencananya akan menghubungkan Surabaya, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto tersebut.

Salah satunya adalah mobilitas warga di kota-kota tersebut yang mencapai 10 hingga 12 juta orang. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Fattah Jasin mengatakan, LRT yang akan dibangun kurang lebih sama dengan yang ada di Jakarta. Kapasitasnya antara 50 hingga 100 orang per gerbong.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Fiska Tanjung

Emil Ungkap Alasan Pemprov Pilih Bangun LRT ketimbang MRT