alexametrics

Kelenteng Kong Miao Dibangun dengan Simbol Nasionalis

6 Februari 2019, 06:15:07 WIB

JawaPos.com – Kelenteng selalu ramai dikunjungi umat Tionghoa saat Tahun Baru Imlek. Tak terkecuali Kelenteng Kong Miao yang terletak di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Diresmikan pada 23 Desember 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kelenteng tersebut terbilang unik. Sebab beberapa struktur bangunannya memiliki makna nasionalisme yang mendalam.

Staf administrasi Kelenteng Kong Miao Rini Artika menerangkan, simbol nasionalisme itu bisa dilihat dari jumlah anak tangga yang ada di bangunan bernama Da Cheng Dian. Jumlahnya yakni 17 buah anak tangga.

Kelenteng Kong Miao Dibangun dengan Simbol Nasionalis
Ilustrasi. Tahun baru imlek (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Lalu di bangunan tersebut juga ada 8 pilar besar. Serta 45 tiang penyangga. “Jadi 17, 8, 45, hari Kemerdekaan Indonesia. Unsur nasionalismenya tetap kami jaga,” ujar Rini di Kelenteng Kong Miao, TMII, Jakarta Timur, Selasa (5/2).

Adapun keunikan lainnya, kelenteng tersebut dominan warna merah-hijau. Sementara diketahui untuk kelenteng-kelenteng lainnya mayoritas pasti berwarna merah-kuning.

Pemilihan warna hijau kata Rini dipilih untuk menghargai keberagaman. Terkhusus dengan umat muslim yang jadi mayoritas penduduk di Indonesia.

“Hijau kan identik muslim. Jadi nggak terlalu eksklusif Konghucu,” sebut Rini.

Lebih lanjut ia menerangkan, kompleks Kelenteng Kong Miao sendiri terdiri dari empat bangunan. Bagian utama adalah Da Cheng Dian, tempat penyembahan Nabi Khongcu. Kemudian, Tian Tan, bangunan berbentuk bundar untuk menyembah Tuhan yang Maha Esa.

Posisi bangunan Tian Tan sendiri berada di bawah sebelah kiri bangunan Dan Cheng Dian. Rina menjelaskan, alasan penempatan bangunan tersebut karena Tuhan sendiri ada di mana-mana.

“Kami memposisikan Tuhan itu nggak tahu wujudnya seperti apa, kita nggak bisa lihat bentuknya seperti apa, tapi kita bisa merasakan keberadaanya,” jelasnya.

Lalu ada rumah keberkahan atau Qi Fu Dian, tempat untuk menyembah dewa-dewi kahyangan. Serta Zao Jun Dong, tempat penyembahan dewa dapur. Masing-masing merupakan bagian penting bagi etnis Tionghoa dan pemeluk Konghucu.

Perbedaan Kelenteng Kong Miao dibanding kelenteng lainnya kata Rini yakni karena selalu terbuka untuk umum. Hal itu lantaran lokasi kelenteng berada di kawasan wisata.

Menurutnya hal ini menjadi keuntungan bagi Kelenteng Kong Miao. “Karena bisa memperkenalkan umat, ibadah Konghucu di Kelenteng seperti ini dan orang umum boleh masuk,” pungkas Rini.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Kelenteng Kong Miao Dibangun dengan Simbol Nasionalis