alexametrics

Kasus Tabrak Lari Bos Cat Solo, JPU Ajukan Banding

6 Februari 2019, 14:27:17 WIB

JawaPos.com – Vonis satu tahun penjara yang dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap terdakwa pelaku tabrak lari, Iwan Adranacus, belum bisa diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Setelah meminta waktu tujuh hari kepada majelis hakim, Senin (4/2) lalu JPU akhirnya mengajukan banding atas vonis tersebut.

Salah satu alasannya yakni, vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim jauh dari tuntutan JPU yakni lima tahun penjara. “Kami sudah mengajukan banding atas vonis tersebut,” ungkap Kasipidum Candra Eka Yustisia, Rabu (6/2).

Pengajuan banding, lanjut Candra, dilakukan setelah pihaknya menerima salinan putusan persidangan. Dari salinan tersebut pihaknya langsung mempelajari, menelaah dan juga melakukan pengkajian terhadap seluruh putusan dalam persidangan. “Dan JPU sudah datang ke Pengadilan Negeri (PN) Solo untuk mengajukan banding,” ungkapnya. 

Terpisah, koordinator kuasa hukum Iwan Adranacus, Joko Haryadi mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menghadapi proses hukum selanjutnya. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh JPU merupakan haknya. Tentunya, setelah majelis hakim memutuskan dan jaksa tidak bisa menerima putusan tersebut. “Itu kan hak jaksa dan sudah diatur dalam KUHAP,” ucapnya. 

Dengan adanya banding tersebut, lanjut Joko, pihaknya juga akan menyiapkan memori banding. Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa majelis hakim PN Solo yang diketuai Krosbin Lumbangaol, sudah memvonis terdakwa kasus dugaan pembunuhan Eko Prasetio, dengan terdakwa Iwan Adranacus dengan penjara selama satu tahun penjara. Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan kedua dari jaksa sesuai dengan pasal 311 ayat (5) UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Kasus Tabrak Lari Bos Cat Solo, JPU Ajukan Banding