alexametrics
Pencurian di Toserba Luwes Sragen

Demi Gasak Brankas Berisi Rp 2,2 Miliar, Pelaku Sembunyi di Plafon

6 Februari 2019, 14:30:59 WIB

JawaPos.com – Aksi pembobolan brankas milik Toserba Luwes Sragen yang terjadi Kamis (31/1) lalu sempat membuat heboh. Sebab uang yang berhasil dibawa kabur para pelaku mencapai Rp 2,2 miliar. Aksi tersebut tidak diketahui petugas toserba. Tetapi tidak lebih dari tiga hari, aparat Polres Sragen berhasil menangkap para pelaku.

Tersangka ada tiga orang. Adalah Supriyanto, 34; Narwan, 38; Risang Gilang, 21. Ketiganya merupakan warga Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Aksi para pelaku terbilang cukup rapi. Semua peralatan sudah dipersiapkan sebelumnya. Seperti mesin gerinda listrik, mesin bor listrik dan sejumlah peralatan lainnya. Pembobolan brankas dilakukan pagi hari atau sebelum toko buka.

Otak pembobolan, Supri alias Kohing sudah merencanakan dengan matang aksinya. Dia memilih Narwan untuk bekerja sendiri membobol brankas. Agar aksinya berjalan lancar, Narwan sebelumnya bersembunyi di plafon toserba. Tepatnya di atas arena bermain.

Setelah toko tutup, Narwan baru melakukan aksinya sendirian. Sedangkan dua tersangka lainnya, yakni Supri dan Risang, menunggu di luar toko sambil mengawasi situasi.

“Yang mendapatkan tugas untuk membobol brankas hanya satu orang, yakni Narwan. Rencananya dua (orang) dengan Risang, tetapi tidak jadi,” ungkap Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada JawaPos.com, Rabu (6/2).

Setelah berhasil membobol brankas yang berisi uang lebih dari Rp 2,2 miliar, Narwan langsung membawanya keluar dari toserba. Pelaku sempat membawa salah satu motor yang terparkir di toserba.

“Uang yang ada di dalam brankas tidak dibawa semuanya, tapi disisakan sekitar Rp 300 juta. Sedangkan tas yang digunakan untuk membawa uang Rp 2,2 miliar didapat dari toserba. Jadi semuanya ada di Toserba,” beber Yimmy.

Setelah berhasil mengambil uang, para pelaku lantas menggunakannya untuk berbagai keperluan. Narwan menggunakan untuk berfoya-foya dan karaoke. Digunakan pula untuk membeli emas, ditabung, dan membeli mobil Daihatsu Xenia.

“Ya, untuk bersenang-senang. Soal uang yang ditinggal di brankas karena terlalu berat. Jadi tidak saya bawa,” ungkap Narwan yang bekerja sebagai tukang las itu.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP. Ancamannya penjara selama tujuh tahun.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo



Close Ads
Demi Gasak Brankas Berisi Rp 2,2 Miliar, Pelaku Sembunyi di Plafon