JawaPos Radar

Mendag Target Pertumbuhan Ekspor 11 Persen

06/02/2018, 15:25 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Ekspor
Mendag Enggartiasto Lukita (tengah) saat membuka The Trade Negotiating Committee (TNC) and Related Meetings of The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Yogyakarta, Selasa (6/2). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ekspor Indonesia tumbuh 16,2 persen dari target 5,6 persen sepanjang 2017. Capaian positif tersebut diharapkan berlanjut pada tahun ini. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memasang target pertumbuhan ekspor sebesar 11 persen.

Pertemuan ke-21 The Trade Negotiating Committee (TNC) and Related Meetings of The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor Indonesia. Terutama dengan negara-negara yang belum ada perjanjian di segala komoditas.

"Perjanjian yang hampir menyangkut setengah penduduk dunia ini, kami harapkan ada perkembangan yang lebih maju dari tahun kemarin. Dari semula agak sulit memadukan berbagai kepentingan terutama dengan negara-negara yang belum pernah ada perjanjian sebelumnya, antara satu negara dengan negara lain," kata Enggar di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (6/2).

Pertemuan berlangsung pada 2-9 Februari mendatang. Pesertanya adalah 10 negara ASEAN ditambah enam negara lain. Yakni, Tiongkok, Jepang, Korea Utara, India, Australia, dan Selandia Baru. Indonesia selaku ketua panitianya memiliki tanggungjawab menjembatani kepentingan 16 negara peserta tersebut.

Enggar melanjutkan, ekspor Indonesia masih mengandalkan komoditas batu bara dan kelapa sawit. Namun ke depan akan merambah ke berbagai bidang. Seperti manufaktur hingga otomotif.

Mengenai impor khusus beras, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Bulog. Impor beras hanya akan dilakukan untuk menjaga stabilitas stok secara nasional. Sementara impor jagung hanya untuk pakan ternak.

Namun sejak 2017, Kemendag tidak sekalipun menerbitkan izin impor jagung pakan ternak. "Sebonggol jagung untuk pakan ternak pun kami tidak memberikan izin," pungkas Enggar.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up