JawaPos Radar

4 Daerah Terancam Longsor, Ribuan Warga Bakal Direlokasi

06/02/2018, 23:42 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tanah Longsor
ILUSTRASI (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat empat daerah di Jawa Tengah masuk dalam zona merah bencana longsor. Keempat daerah tersebut yakni Kabupaten Wonogiri, Cilacap, Purworejo dan Banjarnegara.

Bahkan, menurut Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana, akibat ancaman bencana tanah longsor itu ribuan warga yang mendiami empat kabupaten tersebut harus segera direlokasi permanen ke tempat yang lebih aman.

Belum lagi melihat kondisi curah hujan tinggi yang terjadi belakangan, sehingga menyebabkan potensi terjadinya bencana lebih besar.

"Ada pergeseran tanah yang cukup lebar di daerah tersebut. Kami sudah memproses pengajuan ke Provinsi Jawa Tengah supaya ribuan warga yang ada di sana bisa direlokasi sesegera mungkin," ungkap Sarwa ketika ditemui di kantornya, Selasa (6/2).

Sarwa menambahkan, wilayah yang terancam bencana longsor itu kebanyakan berlokasi di dataran tinggi. Titik rekahan tanah itu rata-rata ditemukan pada lahan milik Perhutani. 

Terjadinya pergerakan tanah di empat wilayah itu, menurutnya, sudah lama ditemukan. Akan tetapi, tidak adanya upaya antisipasi dari warga menyebabkan bencana longsor semakin tidak bisa terhindarkan.

"Sudah dilakukan survei oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Seharusnya, warga di sana sigap mengantisipasi dengan cara menempelkan tanah liat ke titik rekahan. Sehingga, tanah bisa merekat lagi," sambungnya.

Faktor lainnya yang penyebab munculnya rekahan-rekahan tersebut karena adanya alih fungsi lahan. Di Wanayasa Banjarnegara misalnya, tercatat kurang lebih 50 warga telah direlokasi, karena mendiami kampung dengan cekungan tanah yang cukup dalam.

“Pemprov Jateng sudah menyiapkan dana untuk relokasi, kendalanya untuk saat ini lahannya belum disiapkan. Begitu tersedia, kami langsung berikan dana sekitar Rp 1 miliar ke setiap desa yang diharuskan melakukan relokasi,” katanya lagi.

Selebihnya, Sarwa pun menambahkan bahwa untuk tahun ini pihaknya memperoleh anggaran dari APBD 2018 sekitar Rp 38 miliar sebagai dana penanggulangan bencana. Anggaran itu meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp 21 miliar.

“Itu belum termasuk dana Belanja Tidak Terduga untuk penanggulangan bencana sekitar Rp 45 miliar,” tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up