Tak Ada Korban Jiwa Erupsi Gunung Semeru, Beberapa Bayi Luka-Luka

5 Desember 2022, 22:36:44 WIB

JawaPos.com–Tidak ada korban jiwa dari erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Minggu (4/12) pagi. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

”Belum mendapatkan laporan adanya korban,” kata Cak Thoriq, sapaan Thoriqul Haq ketika dihubungi pada Senin (5/12).

Mantan Anggota DPRD Jawa Timur itu tak menampik bila ada korban luka berusia anak-anak yang terdampak dari erupsi Gunung Semeru tersebut. Pihaknya juga telah menangani beberapa bayi yang menjadi korban.

”Hanya ada beberapa yang harus ditangani tim medis, tadi ada bayi umur beberapa bulan tetapi sudah mendapatkan penanganan medis di puskesmas,” terang Thoriqul Haq.

Thoriq mengaku telah menetapkan masa dua minggu ke depan sebagai masa tanggap darurat erupsi Gunung Semeru. Masa tersebut terhitung sejak Minggu (4/12).

Masa tanggap darurat itu digunakan untuk penanganan para pengungsi. Dalam dua minggu ke depan, bupati bakal membuka akses jalur ke Kecamatan Pronojiwo. Itu juga sesuai dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang telah menetapkan status Gunung Semeru naik dari siaga (level III) menjadi awas (level IV).

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi bagi warga untuk tidak beraktivitas di area 17 KM dari Gunung Semeru. Wilayah itu mencakup sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Sebab, berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 19 km.

”Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” ucap Thoriq.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads