alexametrics

Dampak Semeru, Jalur Lumajang–Malang via Piket Nol Ditutup Total

5 Desember 2021, 06:23:25 WIB

JawaPos.com–Jalur lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang lewat selatan di jalur Piket Nol ditutup total. Hal itu karena terputusnya Jembatan Geladak Perak di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12) sore.

Jembatan tersebut runtuh akibat diterjang lahar dingin sehingga pondasi yang menopang dari bawah tidak kuat menahan derasnya aliran lahar dingin Gunung Semeru. Jembatan ambruk dan tidak bisa dilalui.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang Nugraha Yudha M. mengatakan, telah menyiagakan sejumlah personel untuk mengarahkan kendaraan yang akan melintasi Jalur Piket Nol. ”Saya mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jalur yang tidak direkomendasikan petugas karena lewat Curah Kobokan sangat berisiko dan berbahaya, lebih baik memutar jalur saja,” terang Nugraha Yudha seperti dilansir dari Antara.

Letusan Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) sore menyebabkan sejumlah fasilitas dan infrastruktur rusak. Salah satunya Jembatan Geladak Perak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Jembatan tersebut menjadi satu-satunya jembatan penghubung antara Kecamatan Pronojiwo dengan Kecamatan Candipuro. Bahkan menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang melalui jalur Piket Nol.

Semua kendaraan dari Kecamatan Senduro (Kabupaten Lumajang) menuju ke Poncokusumo (Kabupaten Malang) maupun sebaliknya dialihkan untuk putar balik. ”Semua kendaraan dari arah Probolinggo tujuan Malang dialihkan putar balik dan semua kendaraan dari arah Jember tujuan Malang dialihkan lewat Probolinggo,” ujar Nugraha Yudha.

Semua kendaraan dari arah Malang menuju Kabupaten Lumajang dialihkan untuk kembali melewati Probolinggo karena Jembatan Perak di Piket Nol ambruk akibat lahar dingin dan letusan Gunung Semeru.

Putusnya Jembatan Perak Piket Nol di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akibat diterjang lahar dingin Gunung Semeru juga menghambat proses pemulihan pasokan listrik di wilayah itu. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Adi Priyanto mengatakan, akibat adanya hambatan itu, sedikitnya masih 82 gardu distribusi dan 23.015 pelanggan yang terdampak padam.

”Beberapa daerah yang masih padam belum dapat dijangkau petugas PLN dikarenakan adanya akses jalan utama yang putus akibat lahar dingin, seperti Jembatan Perak Piket Nol,” kata Adi.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi turunnya abu lanjutan, di tengah intensitas hujan dan cuaca ekstrem yang menyertai. ”Bagi masyarakat kami minta jangan berada di dekat jaringan listrik, gardu, panel PJU ataupun pohon yang berpotensi roboh ketika terjadi cuaca ekstrem,” ucap Adi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads