JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tatap Jenazah NH Dini, Suparjo Berlinang Air Mata

05 Desember 2018, 10:41:20 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
NH Dini
Suparjo, sopir langganan N.H. Dini datang melayat dan mendoakan jenazah di Aula Santa Ana, Wisma Lansia Harapan Asri, Kota Semarang, Rabu (5/12). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jenazah sastrawati kawak kelahiran Semarang, Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau NH Dini disalatkan di Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Rabu (5/12) pagi. Pelayat mulai berdatangan. Termasuk Suparjo yang merupakan sopir langganan almarhumah. Pria 57 tahun itu terlibat kecelakaan bersama NH Dini.

Jenazah H.N. Dini disalatkan di ruang Aula Santa Ana, Wisma Lansia Harapan Asri sekitar pukul 08.00 WIB. Satu jam setelahnya, Suparjo dengan tangan masih berbalut perban datang ditemani rombongan keluarganya.

Ia tak kuasa menahan air mata kala menghampiri dan mendoakan jenazah almarhumah. Lalu, ia terduduk di samping peti bersama pelayat lain sembari terisak mengikuti prosesi penghormatan terakhir.

Pimpinan dan Pengelola Wisma Lansia Harapan Asri Br. Heribertus Suparno sebelumnya sempat mengatakan, Suparjo adalah salah satu orang kepercayaan NH Dini. "Sudah lima tahun antar-jemput dan tidak pernah gonta-ganti," terangnya, Selasa (4/12) malam.

Bahkan Suparjo adalah orang yang mencarikan almarhumah tempat tinggal di Kota Semarang. Yakni, di Wisma Lansia Harapan Asri. "Almarhum sudah empat tahunan di sini. Sebelumnya tinggal di Sleman, lalu Ungaran," sambungnya.

Seperti diberitakan, feminis dan novelis NH Dini meninggal usai terlibat kecelakaan saat menumpang sebuah mobil. Saat itu, sastrawati kelahiran Sekayu, Kota Semarang, 82 tahun silam itu baru saja pulang dari terapi tusuk jarum di Jagalan.

"Sekitar dua kali sekali seminggu ikut tusuk jarum. Karena almarhumah mengaku juga sering migrain. Ibu Dini adalah orang yang sangat menjaga kesehatannya," cetusnya.

NH Dini dan Suparjo sempat dibawa ke RS Elisabeth. Keduanya mengalami sejumlah luka. Namun nyawa NH Dini tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (4/12) pukul 16.50 WIB.

Sementara itu, acara penghormatan terakhir di Aula Santa Ana diikuti ratusan pelayat. Di antaranya seniman lokal serta pihak dari Jasa Marga. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Ambarawa untuk dikremasi.

(gul/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up