JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jelang Nataru, Harga Cabai Merah Besar di Batam Tembus Rp 50 Ribu

05 Desember 2018, 13:52:41 WIB | Editor: Dida Tenola
Jelang Nataru, Harga Cabai Merah Besar di Batam Tembus Rp 50 Ribu
Ilustrasi, sejumlah komoditas di Kota Batam terus mengalami peningkatan harga jelang nataru. (Dokumen JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Jelang perayaan natal dan tahun baru (nataru), harga pangan di sejumlah pasar di Batam mulai merangkak naik. Yang paling melejit adalah harga cabai merah besar.

Misalnya saja harga telur. Kenaikan yang terjadi pada beberapa bulan terakhir masih berada dalam angka normal.

Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, pada hari Selasa (4/12) harga rata-rata telur di empat pasar di Batam berada di angka Rp 41.500 untuk satu papan (30 butir). Pada tiga hari sebelumnya berada di angka Rp 40.500.

Kenaikan juga terjadi untuk komoditas cabai. Cabai merah besar yang sebelumnya seharga Rp 44.500 per kg, mengalami kenaikan menjadi Rp 50.000 per kg. Cabai merah besar menjadi komoditas yang paling mahal di antara lainnya.

Begitu juga harga cabai merah biasa yang dari sebelumnya seharga Rp 35.750 per kg, naik sedikit menjadi Rp 36.000 per kg.

Harga bawang, baik itu bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan. Bawang merah yang sebelumnya seharga Rp 31.750 naik menjadi Rp 33.750. Sedangkan bawang putih naik dari Rp 16.250 menjadi Rp 17.000  Sementara itu, daging ayam yang semula seharga Rp 35.250 per kg, mengalami penurunan menjadi Rp 34.000 per kg.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Batam Adisty mengatakan, untuk komoditas hasil laut belum banyak berubah. Musim angin kencang yang mulai berembus di wilayah pesisir Batam belum berpengaruh pada harga ikan di pasaran. Demikian juga dengan stok ikan. "Sampai saat ini stok pangan di Batam masih mencukupi. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak lain," kata Adisty, Rabu (5/12).

Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag juga mengadakan pasar murah di berbagai lokasi di Batam. Dengan kegiatan ini, diharapkan ancaman kelangkaan bahan pangan dan kenaikan harga bisa tertangani.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up