alexametrics

Tidak Ada Tempat Relokasi Untuk Penolak Pembangunan Bandara

5 Desember 2017, 16:14:17 WIB

JawaPos.com- Tidak ada tempat relokasi untuk warga penolak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Warga dari Desa Palihan dan Glagah, Temon, Kulonprogo, yang terdampak pembanguan dipersilakan mengambil ganti untung.

Meski begitu, Pemkab Kulonprogo tetap memberi ruang untuk tinggal sementara waktu. Sekda Kulonprogo Astungkoro mempersilakan warga menempati rumah susun sewa (rusunawa). ”Belum ada (tempat relokasi, red). Kalau rusunawa masih memungkinkan,” katanya.

Dia berharap warga berkenan menerima ganti untung tersebut. Harapan itu disebut Astungkoro agar pembangunan bandara bisa sesuai target, yaitu selesai Maret 2019 mendatang. ”Ganti untung sudah dikonsinyasi di pengadilan negeri,” terangnya.

Sementara itu, proses pembongkaran rumah yang masih berdiri di kawasan terdampak proyek pembangunan masih dilakukan Selasa (5/12). Suasana lebih memanas dibandingkan pada Senin (4/12) lalu. Berdasar pantauan di lapangan, terdapat beberapa kali insiden. Terutama di Desa Palihan.

Dua warga, Hermanto dan Fajar Ahmadi mendapatkan kekerasan dari aparat. Sedangkan beberapa mahasiswa yang mendampingi warga juga sempat dibawa ke Polres Wates.

Direktur Indonesian Courth Monitoring (ICM) Tri Wahyu mengatakan, Hermanto mengalami luka di bagian kepala. Sementara Fajar sempat diseret oleh petugas. Dia juga meminta kepada aparat kepolisian untuk membebaskan 12 orang yang ditangkap pada pukul 10.31 WIB. ”ICM mengecam keras represi dan intimidasi yang dilakukan hari ini. Segera bebaskan yang ditangkap,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY-Jawa Tengah Budhi Masturi mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melayangkan surat himbauan kepada PT Angkasa Pura I. ORI meminta agar proses pembongkaran yang dilakukan itu ditunda terlebih dahulu. Namun, pembongkaran tetap dijalankan.

”Itu yang akan kami investigasi, apakah proses pembongkaran tersebut maladministrasi atau tidak. Kami sedang maraton mengumpulkan data dan keterangan. Besok (Rabu, 6/12) kami akan ke Angkasa Pura I untuk melakukan konfirmasi,” paparnya.

Editor : admin

Reporter : (dho/JPC)

Tidak Ada Tempat Relokasi Untuk Penolak Pembangunan Bandara