JawaPos Radar

Aspal Berbahan Karet Lebih Tahan Lama, Ini Tiga Daerah Yang Menerapkan

05/12/2017, 03:03 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Pusat Penelitian Karet Bogor Karyudi
Direktur Pusat Penelitian Karet di Bogor, Karyudi (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah terus berupaya untuk terus meningkat harga karet salah satunya menggunakan karet sebagai bahan baku aspal.

Direktur Pusat Penelitian Karet di Bogor, Karyudi mengatakan saat ini tiga daerah telah menerapkan penggunaan aspal berbahan baku karet. Ketiga daerah tersebut yakni Lido Sukabumi sepanjang 2 kilometer, di Sawangan Parung, Depok sepanjang 600 meter, di Karawangan sepanjang 500 meter.

Menurutnya, penggunaan aspal berbahan baku karet ini sangat baik. Karena tahan lama. Namun, memang biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dibandingkan aspal konvensional.

Alex K Edy
Ketua Gapkindo Sumsel, Alex K Edy (Alwi Alim/JawaPos.com)

"Bisa lebih tinggi biayanya sekitar 20 persen sampai 25 persen," katanya saat ditemui di Aryaduta Palembang, Senin (4/12).

Dari hasil evaluasi aspal berbahan karet yang telah digunakan sejauh ini bagus meskipun baru berjalan satu tahun. Namun, dari hasil penelitian daya tahan aspal berbahan karet ini lebih kuat 50 persen sampai 100 persen dibandingkan aspal konvensional serta meredam kebisingan.

"Saat ini kami belum menghitung berapa biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan aspal berbahan karet ini. Tapi yang jelas teknologi ini bagus dan dapat meningkatkan harga karet," singkatnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Alex K. Edy mengaku rencana penggunaan aspal berbahan karet di Sumsel sangat baik agar dapat mempertahankan harga karet.

Sejauh ini karet hanya dijadikan sebagai bahan baku ban saja sehingga harga ditentukan oleh harga dunia.

"Selama ini mayoritas produksi karet itu hanya digunakan untuk ban. Kedepan komposisi ini dapat berubah dengan adanya penggunaan aspal berbahan baku aspal," katanya.

Ia mengaku Sumsel berkontribusi ekspor karet sebesar 1 juta ton untuk tahun ini dari target sebesar 1,3 juta ton. Untuk harga karet, ia menilai sejauh ini sudah cukup terdongkrak naik. Namun, ia berharap harga ini dapat meningkat lagi.

"Kami juga meminta pemerintah agar lebih tegas agar negara lain tidak melanggar aturan dunia tentang ekspor karet," harapnya

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up