alexametrics

Bangkit dari Duka, 140 Unit Hunian Nyaman Terpadu Dibangun di Sigi

5 November 2018, 19:55:27 WIB

JawaPos.com – Masyarakat Kabupaten Sigi tidak mau lama-lama larut dari duka. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan terus membantunya bisa menatap hari depan dengan baik. Aksi Cepat Tanggap (ACT) hadir di tengah mereka untuk menyediakan Hunian Nyaman Terpadu alias integrated humanity shelter (ICS).

Pembangunan ICS ini merupakan tahap kedua yang dilakukan ACT. Sebelumnya di Lombok untuk korban gempa di daerah setempat. Pada tahap kedua ini dibangun di Sigi dengan jumlah unit yang dibangun mencapai 140 unit.

“Ini adalah proses pemulihan awal. Baik pemulihan secara fisik, yaitu dengan pendirian hunian, kemudian menyusul sosial dan ekonomi. Sehingga, saat ini kita tidak hanya membangun rumah tetapi juga membangun sebuah kehidupan baru bagi masyrakat di Sigi, insyaallah,” ujar Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur dalam keterangn persnya, Senin (5/11).

Bangkit dari Duka, 140 Unit Hunian Nyaman Terpadu Dibangun di Sigi
ACT sebelumnya beberapa kali mengirim bantuan logistik untuk korban gempa di Sulawesi Tengah. (ACt for JawaPos.com)

Adapun peletakan batu pertama dilangsungkan di di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Minggu (4/11). Peletakan batu pertama itu turut dihadiri juga oleh Bupati Sigi Muhammad Irwan Lapata.

Selain dibangun 140 unit tempat tinggal, ICS itu juga dilengkapi dengan 36 unit MCK, dapur umum, masjid, taman bermain, kantor desa, sekolah, hingga sekretariat dan ruang kesehatan. Semua fasilitas itu diperuntukkan bagi penyintas gempa, tsunami, dan likuefaksi di Desa Lol dan Desa Jono Oge.

Lebih lanjut Syuhelmaidi mengatakan, pembangunan hunian ICS Lolu juga disertai dengan pembangunan ACT Humanity Store (AHS). Sebuah layanan yang menyediakan kebutuhan logistik gratis bagi para pengungsi, baik yang tinggal di ICS maupun di sekitarnya.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan logistik untuk sekitar 4.200 warga terdampak. Kita akan layani sekitar 300 pengungsi. Mereka bisa memperoleh sembako dengan menggunakan kartu (humanity card). Pelayanan AHS nantinya seperti pelayanan di minimarket. Konsepnya seperti AHS di Lombok,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Bupati Sigi Muhammad Irwan Lapata mengungkapkan, upaya dari ACT sangat membantu pemerintah daerah. “Saya mewakili masyarakat Kabupaten Sigi, khususnya Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru mengucapkan terima kasih tak terhingga,” ungkapnya.

Irwan mengajak segenap masyarakatnya untuk segera memperbaiki keadaan pascabencana melanda. “Saya menyampaikan kepada masyarakat saya, kepada keluarga saya di Desa Lolu, mari kita bersyukur dan bersabar, mari kita bangun Kabupaten Sigi,” ajaknya.

Sementara itu, Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT Bambang Triyono menyampaikan, implementasi ICS di Lolu merupakan upaya tanggap ACT menunaikan amanah publik dalam membantu penyintas gempa, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

“Setelah fase emergency dinyatakan selesai sejak 26 Oktober lalu, sekarang sudah memasuki fase transisi menuju pemulihan, tapi kita lihat warga masih tidur di tenda-tenda. Kita berpacu dengan waktu, begitu pun amanah publik kepada ACT harus segera diorientasikan,” papar Bambang.

ICS Lolu dibangun di atas lahan seluas 110 kali 65 meter dengan penerima manfaat 130 KK atau setara 620 jiwa. ICS terbesar bagi masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah itu pun ditargetkan selesai dalam waktu sebulan.

“Ke depan kita berharap bisa mendapatkan titik pendirian ICS lebih banyak, kita harus bekerja lebih cepat. Bahkan kita mengarahkan relawan konstruksi jauh lebih banyak, sampai saat ini kita memiliki 400 relawan konstruksi,” tegas Bambang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (iil/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Bangkit dari Duka, 140 Unit Hunian Nyaman Terpadu Dibangun di Sigi