JawaPos Radar

Terungkap, Penyebab Tukang Becak Nekat Makan 48 Paku Berkarat

05/11/2017, 15:25 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Terungkap, Penyebab Tukang Becak Nekat Makan 48 Paku Berkarat
Wawan, tukang becak di Tasik pemakan paku sebelum dioperasi (Rangga Jatnika/Radar Tasikmalaya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Wawan Gunawan (44), pria yang makan 48 paku berkarat sudah bisa meninggalkan ruang ICU, kemarin (4/11). Selanjutnya, dia akan mendapatkan perawatan medis di ruang inap RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Selama dirawat di ruangan ICU, pacaoperasi, kondisi Wawan terus membaik.

“Rencananya akan dipindahkan kalau kondisinya terus membaik,” ujar Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya dr Budi Tirmadi saat dihubungi Jumat malam (3/11).

Rabu lalu, pria asal Bebedahan, Kota Tasikmalaya ini menjalani operasi pengangkatan 48 paku dari dalam tubuhnya. Sejak itu, dia mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.

Menurutnya, Wawan sudah bisa berkomunikasi lancar dengan orang lain. “Kalau ngobrol sudah terlihat nyaman. Tidak terlihat sakit,” ungkap Budi.
Soal Wawan yang tak mengalami sakit, kata Budi, memang sesudah operasi, pasien diberikan obat mengurangi rasa sakit.

“Wawan sudah tidak mengeluh sakit. Mudah-mudahan saja besok kondisinya tidak berubah dan bisa dipindahkan,” harapnya.

Sementara itu, aksi makan paku yang dilakukan Wawan Gunawan diduga sebagai bentuk perilaku stres berat. Demikian analisa Staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Indra L Malik.

“Banyak faktor yang mengakibatkan sesorang mengalami stres berat, seperti faktor ekonomi, permasalahan rumah tangga, dan sosial lainnya,” ujarnya kepada Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group).

Bahkan, jika tidak bisa dikendalikan, stres berat bisa menyebabkan seseorang mengakhiri hidup. “Karena akan dianggap dengan bunuh diri bisa mengakhiri segala permasalahan hidupnya,” bebernya. Agar hal itu tidak terjadi, sarannya, keluarga harus melakukan pendekatkan dengan cara mendalami agama.

Dengan begitu bisa lebih menerima apa yang terjadi. Kemudian keluarga juga harus menjadi tempat curhat yang tepat dari semua permasalahannya. Sehingga permasalahan yang dihadapinya akan mudah cair dan tidak menjadikan beban hidupnya.

Seseorang yang mengalami gangguan jiwa, kata dia, ada empat tahapan. Pertama mereka akan mengalami kecemasan yang sangat tinggi. Kedua mengalami stres ringan sampai berat, ketiga mengalami depresi dan keempat psikosis.

Untuk mengatasi atau mengontrol stres supaya tidak semakin parah, kata dia, sesorang harus bisa mengenali perasaan seperti marah, takut, sedih, iri, cemas, pada setiap situasi. Coba untuk mengerti apa yang menyebabkan perasaan tersebut.

Perhatikan apa yang anda lakukan terhadap orang lain dan diri sendiri ketika timbul persaan tersebut. Sadari kemampuan dan keterbatasan diri dalam menghadapi situasi cobalah bersikap rasional. ”Kenalilah cara kita mengatasi persaan dan masalah,” ujarnya.

Anak Wawan Gunawan, Nandang Maulana (18) menjelaskan bahwa ayahnya itu memang sudah sekitar 10 tahun memiliki masalah dengan pikirannya. Hal itu terjadi sejak becak yang merupakan alatnya mencari nafkah hilang dicuri. “Saya juga masih kecil, masih SD,” tuturnya.

(yuz/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up