JawaPos Radar

Warga Kota Malang Ancam Golput di Pileg 2019

05/09/2018, 10:53 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
DPRD Kota Malang
Gedung DPRD Kota Malang. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sebanyak 41 anggota DPRD Kota Malang menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang 2015. Hal itu tentu membuat kecewa masyarakat setempat. Bahkan ada warga Kota Malang yang mengancam tidak menyalurkan hak suara alias golput di Pemilihan Legislatifg (Pileg) 2019.

"Merasa kecewa. Dewan dikasih kepercayaan untuk rakyat, tapi moral dewan masih untuk kepentingan sendiri," ujar salah satu warga Kota Malang Syarendra Aditama, 27, Rabu (5/9).

Dengan ditetapkannya lebih dari 95 persen anggota dewan sebagai tersangka, proyek-proyek pembangunan di Kota Malang bakal mandek. "Ada pemangkrakan fasilitas umum," ucapnya.

Syarendra berharap agar ke depannya tidak ada lagi korupsi di Kota Malang. Ketika ditanya apakah akan memberikan suara pada Pileg mendatang, dia secara tegas mengatakan tidak. "Kalau jujur, ya enggak (nyoblos)," tukasnya.

Kekecewaan serupa dilontarkan warga Kota Malang lainnya, Hari purnomo, 48. Dia juga khawatir pembangunan di Kota Malang akan mandek. "Ya kecewa pasti," cetus Hari.

Hari menekankan, warga Malang masih tetap bisa bekerja tanpa ada wakil rakyat sekalipun. "Kami bisa kerja. Malang tetap jalan tanpa anggota dewan. Nggak ada wakil rakyat, rakyat saja yang kerja," tuturnya.

Selanjutnya, kekecewaan disampaikan Yanis Ponco Kurniawati, 32. Bahkan, perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang itu mengaku telah kehilangan kepercayaan dengan legislatif.

"Sangat kecewa dengan berita penetapan tersangka DPRD. Sementara kami yang di bawah bersusah payah, tetapi di internal dewan malah seperti ini kondisinya. Kepercayaan dengan anggota dewan hilang. Semoga ke depan anggota DPRD yang terpilih bisa lebih baik," harapnya.

Pernyataan lain disampaikan warga Kota Malang Rastri, 40. "Kok bisa hampir semua anggota dewan jadi tersangka. Saya jadi tidak percaya dengan dewan," tegasnya.

Meski begitu, dirinya masih berharap anggota dewan yang terpilih nantinya merupakan sosok yang amanah dan dapat mengayomi warga Kota Malang. "Saya berharap anggota dewan yang tersisa masih tetap bisa memperjuangkan Kota Malang. Ke depan, anggota yang terpilih harus transparan dan terpercaya," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up